Pemkab Kebumen Gelar Buka Bersama Ulama dan Umaro, Bupati Lilis Berikan Insentif Guru Ngaji

Pemkab Kebumen Gelar Buka Bersama Ulama dan Umaro, Bupati Lilis Berikan Insentif Guru Ngaji

NYALANUSANTARA, Kebumen– Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menggelar acara Buka Bersama Ulama dan Umaro sekaligus memberikan insentif kepada guru ngaji tahap pertama untuk tahun anggaran 2026. Acara yang diadakan di Pendopo Kebumen, pada Jumat, 6 Maret itu, bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah (umaro) dan ulama serta sebagai wujud komitmen Pemkab Kebumen dalam mendukung pengembangan keagamaan di daerah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kebumen, Tjahjo Sambodo, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah agenda tahunan yang bertujuan menjaga keharmonisan antara pemerintah dan ulama. "Selain itu, kegiatan ini juga sebagai komitmen Pemkab Kebumen dalam mendukung perkembangan agama dan para pengajar," ujar Tjahjo.

Tjahjo menjelaskan, pada tahun ini insentif diberikan kepada 300 guru ngaji yang terdiri dari pengajar di TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), serta pengajar di masjid dan musala se-Kabupaten Kebumen. Besaran insentif yang diterima bervariasi antara Rp300.000 hingga Rp600.000, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. "Ke depan, kami berkomitmen untuk menyamaratakan besaran bantuan ini," tambahnya.

Bupati Kebumen Apresiasi Peran Guru Ngaji
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam kesempatan tersebut memberikan penghargaan kepada para guru ngaji dan kiai yang dianggap sangat penting dalam membimbing masyarakat. "Di desa-desa, Anda semua adalah tempat masyarakat bertanya dan meminta nasihat saat menghadapi persoalan hidup. Dari tangan Anda, lahir generasi yang berbakti dan bermanfaat bagi bangsa," ujar Lilis dengan penuh rasa terima kasih.

Ia juga mengungkapkan refleksi atas satu tahun masa jabatannya bersama Wakil Bupati. Salah satu keberhasilan yang disampaikan adalah keberhasilan Kebumen lepas dari status kabupaten termiskin di Jawa Tengah, dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 2,13 persen, yang merupakan penurunan tertinggi di Pulau Jawa. 

"Capaian ini adalah hasil kerja keras bersama antara pemerintah dan seluruh masyarakat, termasuk para ulama yang terus menjaga kerukunan," tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan insentif dan bingkisan secara simbolis oleh Bupati bersama jajaran Forkopimda kepada perwakilan guru ngaji. Kegiatan ini mencerminkan penghargaan pemerintah terhadap peran penting guru ngaji dalam pembangunan karakter masyarakat.

Acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Furqon, KH Mudhofir. Dalam ceramahnya, mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen ini menekankan pentingnya hakikat syukur dalam kehidupan sehari-hari. 

"Syukur bukan hanya sekedar melafalkan Alhamdulillah, tetapi menyesuaikan perbuatan kita dengan maksud sang Pemberi Nikmat. Di bulan Ramadhan ini, mari kita tingkatkan ibadah agar pasca Ramadhan, kita menjadi insan yang bertakwa," pesan KH Mudhofir.

Acara Buka Bersama Ulama dan Umaro ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam terus mendukung kemajuan keagamaan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak, acara ini diharapkan dapat menciptakan keharmonisan sosial yang berkelanjutan.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini