Ahmad Maruf Dilantik sebagai Komisaris Independen BPR Bank Daerah Gunungkidul

Ahmad Maruf Dilantik sebagai Komisaris Independen BPR Bank Daerah Gunungkidul

NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Bupati Gunungkidul resmi melantik dan mengambil sumpah Ahmad Maruf sebagai Komisaris Independen Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG), pada Selasa 17 Maret 2026. Acara pelantikan berlangsung dengan dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan perangkat daerah dan direksi BUMD se-Kabupaten Gunungkidul.

Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor K-11/KO.034/2026 terkait hasil penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). Penetapan ini juga mengacu pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Maret 2026.

Bupati Gunungkidul menekankan bahwa proses seleksi komisaris independen dilakukan secara ketat dan kompetitif. "Calon harus memiliki sertifikasi khusus, lulus ujian dari OJK, serta memiliki rekam jejak yang bersih dari urusan hukum," ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa anggapan masyarakat terkait kemudahan penunjukan direksi atau komisaris oleh Bupati adalah keliru karena seluruh proses harus melalui mekanisme profesional yang panjang.

Kehadiran komisaris independen dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Bupati Endah menitipkan pesan khusus kepada Ahmad Maruf agar segera menangani sejumlah persoalan mendesak, termasuk tingginya angka **Non-Performing Loan (NPL)** atau kredit macet.

"Kehadiran komisaris independen memiliki arti penting untuk memastikan fungsi pengawasan berjalan objektif serta memberikan pandangan strategis bagi direksi dalam mengembangkan perusahaan," kata Endah.

Selain tantangan internal, BPR BDG juga menghadapi kondisi eksternal berupa kebijakan baru terkait Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang telah disampaikan OJK melalui Gubernur. Endah menyebut hal ini sebagai potensi “tsunami” yang dapat memengaruhi permodalan bank di masa mendatang.

Sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi mandiri, BDG diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Fokus utama perusahaan tetap pada perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku **UMKM**.

Endah menegaskan harapannya agar sinergi antara pemerintah daerah, dewan komisaris, dan direksi semakin kuat. "Selamat menjalankan amanah, semoga kepercayaan ini dilaksanakan sebaik-baiknya demi kemajuan perusahaan dan manfaat bagi masyarakat Gunungkidul," pungkasnya.
 

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini