Pemkot Pekalongan Fasilitasi Festival Balon Guna Tekan Tradisi Balon Liar dan Mercon Rakitan
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya menekan praktik menerbangkan balon udara liar dan penyulutan mercon rakitan yang kerap memakan korban jiwa setiap tahunnya. Walikota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, meski tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun.
Menurut Walikota, yang akrab disapa Aaf, langkah Pemkot bukan sekadar melarang, tetapi memberikan alternatif aman melalui festival balon tahunan. “Untuk balon sudah kita akomodir, ada festival balon setiap tahun. Kita fasilitasi tempat dan waktunya agar tetap bisa menjalankan tradisi dengan aman bagi kita semua,” ujarnya.
Meski begitu, Aaf menyayangkan masih ada warga yang memilih menerbangkan balon di luar fasilitas resmi. “Miris, karena meski sudah ada korban setiap tahun, warga seolah tidak kapok. Ini yang terus kita sosialisasikan, bahwa kelalaian ini membawa dampak fatal yang harus ditanggung sendiri,” tambahnya.
Ia menegaskan, korban akibat ledakan mercon atau balon liar tidak akan mendapatkan bantuan jaminan kesehatan pemerintah karena tidak ter-cover BPJS maupun UHC.
Walikota menyoroti tantangan baru terkait pergeseran pola transaksi bahan peledak. Saat ini, komponen mercon lebih banyak dibeli secara daring, sehingga warga merakit sendiri di rumah dan pengawasan petugas menjadi terbatas.
“Pesannya sekarang online dan komponennya terpisah-pisah, sehingga pengawasan tidak bisa maksimal,” ungkap Aaf.
Selain itu, bentuk mercon yang digunakan kini sudah menyimpang dari tradisi. Dahulu, mercon berukuran kecil seperti ‘Leo’ atau ‘Lombok Tengis’, kini beberapa warga merakit mercon raksasa dengan panjang hingga satu meter. “Itu sudah keluar dari jalur tradisi dan sangat membahayakan. Jangan jadikan alasan tradisi untuk sesuatu yang mengancam nyawa,” tegasnya.
Meski sulit menghilangkan kebiasaan ini sepenuhnya, upaya Pemkot melalui penyediaan fasilitas festival dan sosialisasi mulai menunjukkan hasil. Beberapa pengurus RT dan RW dilaporkan menyerahkan balon liar dan mercon rakitan warga ke Polsek setempat secara sukarela sebagai bentuk kesadaran kolektif pasca-insiden terbaru.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, WONOSOBO- Festival balon udara panas kembali digelar di…
Terkini
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Universitas Airlangga menjadi tuan rumah pelaksanaan babak…
Peringati Hari Laut Sedunia, Dosen UNAIR Tekankan Peran Akuakultur untuk Masa Depan Ketahanan Pangan
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Momentum Hari Laut Sedunia menjadi pengingat penting…
Semarang – Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan…
NYALANUSATARA, SEMARANG- Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan kepada…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan bahwa pemerintahannya…
NYALANUSANTARA, Klaten – Polres Klaten meluncurkan program Bhabinkamtibmas…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Kerja keras serta melayani dengan…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Dinas Perhubungan atau Dishub Kota…
Komentar