Penanganan Tidak Bisa Dilakukan Parsial, Gubernur Jateng Siapkan Rakor Penanganan Banjir Demak
NYALANUSANTARA, Demak — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi segera menggelar rapat koordinasi lintas daerah dan kementerian untuk menangani banjir di Kabupaten Demak secara menyeluruh. Langkah itu dilakukan menyusul banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang berdampak pada sedikitnya delapan desa di empat kecamatan.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Demak sejak Jumat (3/4/2026) dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu. Kondisi itu menyebabkan debit Sungai Tuntang meningkat hingga menjebol tiga titik tanggul.
Tiga titik tanggul yang jebol masing-masing berada di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Sayung, sepanjang sekitar 30 meter; Dukuh Solowire, Desa Trimulyo, sepanjang sekitar 10 meter; serta di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sayung, sepanjang sekitar 15 meter.
Akibat kejadian itu, banjir merendam sedikitnya delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Ketinggian air di sejumlah wilayah dilaporkan mencapai 100 hingga 150 sentimeter dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak per 4 April 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 2.839 jiwa. Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Guntur.
Ahmad Luthfi menegaskan, penanganan banjir Demak tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya saat bencana terjadi.
“Tidak bisa kita seperti pemadam kebakaran, banjir datang baru ditangani. Ini tidak akan selesai. Makanya kita akan rapat dengan bupati, wali kota, dan kementerian terkait, mulai dari wilayah hulu sampai hilir,” kata Luthfi saat rapat terbatas di sela peninjauan banjir di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu, 4 April 2026.
Menurut dia, penanganan Sungai Tuntang harus dibahas secara komprehensif karena persoalannya tidak hanya terkait tanggul jebol, tetapi juga menyangkut sedimentasi, bangunan di sekitar sungai, hingga persoalan lahan.
“Semua harus kita dudukkan bersama, karena di dalam sungai ada berbagai persoalan, mulai dari sedimentasi, bangunan, hingga lahan bersertifikat,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan kondisi lapangan mulai berangsur kondusif. Proses evakuasi warga telah dilakukan dan para pengungsi kini tersebar di sekitar 13 titik penampungan.
Ia juga menyampaikan bahwa korban hilang dalam peristiwa tersebut telah ditemukan. Menurutnya, kebutuhan dasar para pengungsi sejauh ini dapat ditangani melalui gerak cepat pemerintah daerah bersama lintas instansi.
BPBD menilai, persoalan Sungai Tuntang tidak semata-mata disebabkan tanggul yang jebol. Ada sejumlah faktor lain yang memperburuk kondisi aliran sungai, seperti sedimentasi, tumbuhan di badan sungai, permukiman di bantaran, serta keberadaan lahan hak milik di daerah aliran sungai.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, mengatakan persoalan banjir di Demak merupakan masalah menahun yang perlu dilihat dari kawasan hulu, terutama di Bendung Glapan, wilayah Grobogan.
“Kalau menurut saya, salah satu yang harus diperbaiki adalah Bendung Glapan di hulunya,” kata Sugiharto.
Ia menambahkan, perubahan debit air di wilayah hulu terjadi sangat cepat, sehingga penanganan di bagian hilir tidak akan efektif apabila pembenahan di kawasan atas belum dilakukan.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin…
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Dede Sunandar akhirnya buka suara terkait berbagai…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Sebuah museum bertema es krim di Shenyang…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pasangan selebritas Rayn Wijaya dan Ranty Maria…
NYALANUSANTARA, Kudus– Pendaftaran Program Beasiswa Santri dan Pengasuh…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Di tengah pesatnya hubungan ekonomi antara China…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Semarang – Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus…
NYALANUSATARA, JAKARTA- Cinta Brian akhirnya buka suara mengenai prinsip…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Wisata melalui Management…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau…
Komentar