Alliance Française dan Hysteria Siapkan Rangkaian Program Sinema dan Budaya di Semarang
NYALANUSANTARA, Semarang — Alliance Française Semarang bersama komunitas Hysteria menyiapkan rangkaian program sinema dan budaya yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses publik terhadap seni, sekaligus menghadirkan ruang pertukaran budaya yang lebih dekat dengan masyarakat.
Informasi mengenai agenda lanjutan ini disampaikan dalam rangkaian diskusi program “Feminine, Masculine” yang digelar di Gedung Oudetrap, Kamis (2/4). Melalui kesempatan tersebut, penyelenggara memperkenalkan sejumlah kegiatan yang akan melibatkan berbagai komunitas dan institusi pendidikan di Semarang.
Perwakilan Alliance Française Semarang, yang akrab disapa Bu Kiki, menyampaikan bahwa program ke depan akan dirancang dengan pendekatan lintas disiplin, tidak hanya berfokus pada sinema, tetapi juga mencakup kegiatan budaya lainnya.
“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya soal menonton film, tapi juga pengalaman budaya yang lebih luas, supaya bisa menjangkau lebih banyak orang,” ujarnya.
Salah satu agenda terdekat adalah kegiatan yang akan berlangsung pada 17–18 April di kampus Unika Soegijapranata Semarang. Program ini dirancang sebagai ruang pengenalan budaya Prancis kepada mahasiswa dan publik kampus, dengan menghadirkan berbagai aktivitas interaktif.
Dalam kegiatan tersebut, Alliance Française akan membawa pendekatan edukatif yang dikemas secara santai, sehingga peserta dapat mengenal budaya Prancis melalui pengalaman langsung. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat relasi antara institusi budaya dan lingkungan akademik.
Selain kegiatan di Unika, rangkaian program juga akan melibatkan komunitas Kampung Petemesan dalam agenda yang berbeda. Kegiatan di Petemesan akan difokuskan pada pengalaman budaya berbasis komunitas, salah satunya melalui aktivitas memasak makanan khas Prancis bersama warga.
Program ini dirancang sebagai bentuk pertukaran budaya yang lebih kontekstual, di mana masyarakat dapat terlibat secara langsung dalam prosesnya. Dengan pendekatan tersebut, budaya tidak hanya diperkenalkan sebagai tontonan, tetapi juga sebagai pengalaman yang bisa dirasakan bersama.
“Kami juga ingin masuk ke ruang-ruang komunitas seperti di Petemesan, supaya interaksinya lebih dekat dan tidak terasa eksklusif,” tambah Purna.
Selanjutnya, pada 4–5 Juni, Alliance Française Semarang akan menggelar program bertajuk EOS yang berfokus pada pemutaran film dengan pendekatan yang lebih spesifik. Program ini akan menghadirkan film-film animasi tanpa suara yang dikemas dengan pendekatan sains, sehingga memberikan pengalaman menonton yang berbeda dari program sinema pada umumnya.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA,, Sleman — Memulai hidup sehat sering kali…
NYALA NUSANTARA, Semarang – Dua windu lagi menuju…
NYALANUSANTARA, Semarang - Polsek Semarang Tengah, Polrestabes Semarang…
Film Warung Pocong menjadi salah satu rilisan terbaru…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kia India tengah mengembangkan generasi kedua Kia…
NYALANUSANTARA, Semarang - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng terus memantapkan…
NYALANUSANTARA, Wonosobo - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap…
NYALANUSANTARA, Klaten— Regulasi yang kuat tak lahir dari…
Komentar