Dinas Perdagangan Kota Semarang Fasilitasi Relokasi PKL Jalan Gajah
NYALANUSANTARA, Semarang - Dinas Perdagangan Kota Semarang akan memfasilitasi relokasi para pedagang kaki lima (PKL) Jalan Gajah, yang beberapa waktu lalu terdampak normalisasi drainase kota. Pasalnya, di lokasi tersebut nantinya juga secara bertahap akan ada pengerjaan lanjutan normalisasi drainase sehingga harus steril dari aktivitas PKL.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Anicieto Magno Da Silva mengatakan, pihaknya berupaya untuk memfasilitasi para PKL eks Gajah yang terdampak normalisasi drainase dengan mencarikan alternatif lokasi lainnya yang bisa untuk berjualan pedagang. Salah satu pilihan lokasi di kawasan pasar Johar dan Kanjengan.
“Kalau mereka mau masuk, kan pasarnya akan bertambah ramai. Ini sekaligus harapannya bisa membuat pasar Johar kembali ramai seperti dulu, dengan memakai kios atau lapak yang saat ini masih banyak kosong,"ujarnya, Kamis (9/4).
Menurutnya, langkah relokasi pedagang tersebut bisa menjadi solusi bagi PKL untuk bisa tetap beraktivitas lagi. "Tadi di rapat, bahkan mereka menyampaikan sudah libur jualan selama 8 bulan. Jadi kami ingin terus dampingi dan fasilitasi agar mereka tetap bisa berjualan lagi ditempat yang semestinya,"katanya.
"Kalau PKL yang berjualan makanan, sembako dan pakaian serta warung nanti bisa di Johar. Untuk onderdil nanti masuk di Dargo atau pasar Waru,"lanjutnya.
Saat rapat dengan DPRD, kata Dia, Dewan juga meminta agar pihaknya memfasilitasi keluhan dari pedagang. "Tadi dikira dibiarkan, tapi kita selalu kasih solusi agar mereka bisa berjualan. Harapannya bisa membantu mereka untuk menempati pasar yang masih kosong dan lokasi yang tidak melanggar Perda diperbolehkan untuk jualan,"jelasnya.
Sementara Ketua Komisi B, Joko Widodo mengatakan, bahwa dewan mendorong relokasi PKL dari tempatnya yang dulu. Sehingga nantinya bisa terus eksis di tempat yang baru, tidak ada persoalan di kemudian hari. "Semoga upaya relokasi pedagang tidak menimbulkan gejolak yang berlarut larut dan bisa diterima oleh semua pihak,"katanya.
"Tadi kita fasilitasi baru ada 29 orang pedagang, dan dengarkan juga dari seluruh OPD terkait lainnya seperti Dinas PU, Perkim yang mrnyampaikan di lokasi tersebut nantinya akses menuju MAJT, ikon wisata kota Semarang. Kemudian ada dari pemaparan Distaru dan bagian hukum. Disampaikan tadi memang sesuai Perda mereka boleh berjualan di situ dengan catatan tidak permanen,"lanjutnya.
Dan catatan kedua, kata Joko Widodo, mereka tidak boleh menata sendiri tapi oleh dinas perdagangan. "Tapi ada kendala, kalau pedagang masih ingin bertahan disana, yaitu menyiapkan segala sesuatu dan butuh perencanaan serta anggaran. Jadi ini tidak bisa ditentukan kapan harinya,"paparnya.
Namun, menurut Dia, jika pedagang memilih alternatif kedua rela direlokasi, dinilai cukup bagus dan masih ada los yang bisa dipakai pedagang. "Harapannya, semua pedagang menerima direlokasi sehingga mereka bisa berjualan dan bisa menempati permanen di pasar,"pungkasnya.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Polsek Semarang Tengah, Polrestabes Semarang…
Film Warung Pocong menjadi salah satu rilisan terbaru…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kia India tengah mengembangkan generasi kedua Kia…
NYALANUSANTARA, Semarang - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng terus memantapkan…
NYALANUSANTARA, Wonosobo - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap…
NYALANUSANTARA, Klaten— Regulasi yang kuat tak lahir dari…
NYALANUSANTARA, Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
NYALANUSANTARA, Semarang — Kepala Kanwil Ditjenpas Jateng, Mardi…
Komentar