Disney Bersiap PHK 1.000 Karyawan, Strategi Adaptasi di Era Digital

Disney Bersiap PHK 1.000 Karyawan, Strategi Adaptasi di Era Digital

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Raksasa hiburan asal Amerika Serikat, The Walt Disney Company, dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan dalam beberapa pekan ke depan. Langkah ini menjadi salah satu kebijakan besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru, Josh D'Amaro.

Menurut laporan The Wall Street Journal, sebagian besar pemangkasan tenaga kerja akan difokuskan pada divisi pemasaran yang baru saja mengalami konsolidasi. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional di tengah perubahan besar industri hiburan.

Disney, seperti banyak studio Hollywood lainnya, tengah menghadapi tantangan dari menurunnya pendapatan televisi konvensional, fluktuasi pendapatan box office, serta persaingan ketat dengan perusahaan teknologi di sektor digital dan streaming. Platform streaming memang berkembang pesat, namun dinilai belum mampu memberikan keuntungan sebesar model bisnis tradisional sebelumnya.

Sebagai respons, Disney kini berupaya mengalihkan fokus investasi ke sektor digital yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Restrukturisasi ini sebenarnya telah dimulai sejak era kepemimpinan Bob Iger, yang kembali menjabat pada 2022 dan memimpin gelombang efisiensi besar, termasuk PHK lebih dari 8.000 karyawan.

Meski rencana PHK terbaru ini sudah dirancang sebelum pergantian kepemimpinan, Josh D’Amaro kini memegang peran penting dalam mengarahkan strategi baru perusahaan. Ia disebut akan mendorong kolaborasi yang lebih cepat dan efisien antar divisi sebagai bagian dari transformasi organisasi.

D’Amaro sendiri resmi menjabat sebagai CEO pada 18 Maret, setelah sebelumnya berkarier selama hampir tiga dekade di Disney dan memimpin segmen pengalaman perusahaan. Langkah-langkah awalnya kini menjadi sorotan, terutama dalam menentukan arah masa depan Disney di tengah disrupsi industri hiburan global.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Komentar

Terkini