PM Lebanon Serukan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dan Konflik Regional

PM Lebanon Serukan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dan Konflik Regional

XINHUA

NYALAUSANTARA, BEIRUT- Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, pada Minggu (12/4) menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan konflik yang sedang berlangsung, menjaga persatuan nasional, serta membangun kembali negara.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati pecahnya Perang Saudara Lebanon yang dimulai pada 13 April 1975. Salam menekankan bahwa tujuan utama saat ini bukan hanya mencegah terulangnya konflik internal, tetapi juga membangun negara yang adil, kuat, dan inklusif bagi seluruh rakyat.

Ia juga menyoroti pentingnya implementasi penuh Perjanjian Taif, yang mengakhiri perang saudara selama 15 tahun. Salam mendorong evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai menyimpang dari prinsip dan semangat perjanjian tersebut.

Di sisi lain, situasi keamanan semakin kompleks dengan keterlibatan Hizbullah dalam konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Pada 2 Maret, Hizbullah meluncurkan roket ke wilayah Israel, memicu respons militer besar-besaran dari Israel ke berbagai wilayah Lebanon.

Meskipun Iran dan AS telah menyepakati gencatan senjata pada 8 April, Israel menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup Lebanon. Pernyataan ini ditolak oleh Iran dan mediator dari Pakistan.

Sejak eskalasi konflik pada awal Maret, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan melukai ribuan lainnya di Lebanon, menurut otoritas kesehatan setempat. Kondisi ini semakin menegaskan urgensi upaya perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Komentar

Terkini