Usia ke-479, Kota Semarang Tegaskan Transformasi Berkelanjutan
Layanan Dasar yang Mendekat
Pada sektor layanan dasar, Pemkot memberikan diskon sambungan air bersih Rp550 ribu per kepala keluarga dengan syarat minimal 10 KK dalam satu kelompok. Program ini menyasar permukiman padat yang selama ini terkendala biaya pemasangan baru. Lebih jauh, layanan air tangki gratis disediakan sepanjang 2026 untuk daerah rawan bencana, kekeringan, dan kebutuhan kegiatan keagamaan. Diskon 10 persen untuk layanan sedot tinja juga berlaku dengan kuota terbatas—sebuah upaya mengatasi persoalan sanitasi yang kerap luput dari perhatian.
Wali Kota Agustina menekankan bahwa kado-kado ini lahir dari data. “Kami tidak asal bagi. Setiap program didasarkan pada keluhan yang masuk lewat saluran partisipasi warga, media sosial, hingga musrenbang. Inilah bentuk kehadiran negara yang responsif.”
Pariwisata dan Perizinan: Dua Sisi Mata Uang
Di sektor pariwisata, seluruh objek wisata di Kota Semarang digratiskan pada 2 Mei 2026. Kebijakan ini diharapkan mendongkrak kunjungan sekaligus menghidupkan kembali ekonomi kreatif yang masih dalam masa pemulihan pascapandemi. Namun, yang lebih strategis adalah program LAMP1ON (Layanan Mudah dan Cepat Perizinan Online) yang dihadirkan pada 5 Mei 2026. Program ini memberikan kemudahan dan diskon untuk layanan laboratorium serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Perizinan yang rumit selama ini menjadi salah satu hambatan utama UMKM. Kami potong simpulnya,” tegas Agustina.
Kesehatan: Fokus pada Kelompok Rentan
Dalam ranah kesehatan, Pemkot Semarang tidak sekadar menggelar bakti sosial massal. Bantuan difokuskan pada ibu hamil risiko tinggi dan bayi berat lahir rendah (BBLR) di tiga kecamatan prioritas pada 5–7 Mei 2026. Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut masih di atas rata-rata kota. Dengan intervensi langsung, Pemkot berharap dapat menekan angka kematian sekaligus membangun sistem rujukan yang lebih tanggap.
Selain itu, skrining kesehatan gratis disediakan di 40 puskesmas. Tidak hanya untuk lansia, tetapi juga kelompok usia produktif yang kerap mengabaikan pemeriksaan rutin.
Ekonomi Kerakyatan dan Lingkungan
Program Jempol Pak Kuat (Jemput Bola Perizinan dan Penguatan Ekonomi Kreatif) menjadi salah satu kado yang paling dinanti pelaku UMKM. Layanan ini berupa jemput bola perizinan PSAT (Pemberdayaan Sosial dan Terpadu), fasilitas kemasan gratis, serta uji bahan berbahaya di sejumlah lokasi hingga akhir Mei 2026. Dalam praktiknya, petugas akan datang langsung ke sentra-sentra industri kecil untuk memproses perizinan dan memberikan sertifikasi produk.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Otoritas Jasa Keuangan Jawa Tengah…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Di tengah pertunjukan musik, perayaan, dan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dinas Perhubungan atau Dishub Kota…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng,…
NYALANUSANTARA, Semarang – Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng…
NYALANUSANTARA, Cilacap – Kantor SAR Cilacap mengevakuasi seorang…
NYALANUSANTARA, Ungaran- Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia…
NYALANUSANTARA, Semarang - Fakultas Hukum Universitas PGRI Semarang…
Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng mengikuti Forum Pengaduan…
Pati– Polsek Margorejo Polresta Pati menggelar Esport Competition…
NYALANUSANTARA, Semarang— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
Komentar