Jalur Kereta China–Laos Dongkrak Distribusi Durian Asia Tenggara ke Pasar China
XINHUA
NYALANUSANTARA, BEIJING- Musim panen durian dari Thailand, Laos, dan Malaysia kini memasuki puncaknya, mendorong lonjakan ekspor ke China. Kehadiran jalur kereta China–Laos Railway menjadi faktor kunci yang mempercepat distribusi buah tropis, khususnya durian, ke berbagai wilayah di China.
Setiap pagi, kereta barang Lancang-Mekong Express yang membawa durian dari Thailand tiba tepat waktu di Stasiun Wangjiaying Barat, Kunming, setelah menempuh perjalanan sekitar 26 jam. Dari sana, buah-buahan tersebut langsung didistribusikan ke lebih dari 30 kota besar seperti Chengdu, Guangzhou, Shanghai, Zhengzhou, hingga Shenyang dalam waktu kurang dari 48 jam, memungkinkan konsumen menikmati durian segar dengan cepat.
Menurut data Kementerian Pertanian dan Kehutanan Thailand, produksi durian pada 2026 diperkirakan meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, ekspor durian Thailand ke China bahkan mencapai sekitar 1.500 kontainer berpendingin per hari. Selain durian, buah tropis lain seperti manggis juga ikut dikirim melalui jalur ini dengan tingkat kerusakan yang rendah dan efisiensi waktu yang tinggi.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, otoritas perkeretaapian China dan Laos meningkatkan frekuensi perjalanan kereta kargo berpendingin dari dua menjadi enam kali per hari. Selain itu, “jalur hijau” khusus juga disediakan guna mempercepat proses pengiriman, mulai dari pengangkutan hingga distribusi akhir.
Pihak operasional juga memastikan proses bongkar muat kontainer dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 90 menit setelah kereta tiba. Lebih dari 4.000 kontainer berpendingin disiapkan guna menjaga kualitas durian tetap segar sepanjang rantai distribusi, dari kebun hingga ke tangan konsumen.
Dengan dukungan sistem logistik yang semakin efisien, durian dari Asia Tenggara kini dapat tiba di Kunming dalam waktu kurang dari tiga hari. Pada tahun 2026, volume pengiriman buah tropis melalui jalur kereta China–Laos diperkirakan melampaui 200.000 ton, menegaskan peran jalur ini sebagai “jalur emas” perdagangan buah di kawasan.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Dede Sunandar akhirnya buka suara terkait berbagai…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Sebuah museum bertema es krim di Shenyang…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pasangan selebritas Rayn Wijaya dan Ranty Maria…
NYALANUSANTARA, Kudus– Pendaftaran Program Beasiswa Santri dan Pengasuh…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Di tengah pesatnya hubungan ekonomi antara China…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Semarang – Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus…
NYALANUSATARA, JAKARTA- Cinta Brian akhirnya buka suara mengenai prinsip…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Wisata melalui Management…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau…
Komentar