Banjir Solo Raya, BPBD Jateng Percepat Evakuasi dan Penanganan Genangan

Banjir Solo Raya, BPBD Jateng Percepat Evakuasi dan Penanganan Genangan

NYALANUSANTARA, Semarang– Banjir yang melanda Solo Raya sejak Selasa sore (14/4/2026), memicu respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah. Evakuasi warga, distribusi bantuan, dan upaya percepatan surutnya genangan dikebut di tengah tingginya debit Sungai Bengawan Solo.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menyatakan koordinasi lintas sektor langsung dilakukan begitu banjir terjadi. “Evakuasi menjadi prioritas. Kami terus bergerak menyelamatkan warga di lokasi terdampak,” ujarnya di Semarang, Rabu (15/4).

Tim gabungan dari BPBD kabupaten/kota, relawan, PMI, TNI, dan Polri dikerahkan ke titik-titik terdampak. Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat. Lokasi pengungsian disiapkan di fasilitas umum, termasuk masjid, balai warga, dan gedung sosial.

Di Kota Surakarta, tercatat 109 jiwa mengungsi, sementara di Kabupaten Sukoharjo jumlah warga terdampak mencapai sekitar 1.900 jiwa. “Meskipun hujan mulai reda, air masih bergerak ke wilayah yang lebih rendah,” kata Bergas.

BPBD Jateng bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk menyalurkan bantuan makanan siap saji, air bersih, dan layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Selain itu, pompanisasi dilakukan di beberapa titik genangan, meski upaya maksimal masih terbatas karena tingginya muka air Sungai Bengawan Solo.

Bergas menjelaskan, banjir disebabkan tingginya intensitas hujan serta meningkatnya debit Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe. BPBD juga berkoordinasi dengan PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengendalikan aliran air dan mempercepat penanganan banjir.

Ke depan, BPBD mendorong normalisasi sungai serta pembangunan kawasan penampungan air untuk mengurangi risiko banjir berulang. “Harapannya ada tempat penampungan air, sehingga aliran hujan tidak langsung masuk ke sungai dan mengurangi beban saat debit tinggi,” tuturnya.

Seluruh personel dan sumber daya tetap disiagakan, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi benar-benar aman.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini