Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tipis, BI Sebut Struktur Tetap Sehat

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tipis, BI Sebut Struktur Tetap Sehat

XINHUA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Utang luar negeri Indonesia tercatat mengalami kenaikan tipis menjadi 437,9 miliar dolar AS pada akhir Februari 2026, dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh masuknya aliran modal asing ke berbagai instrumen moneter domestik, termasuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, sebagaimana disampaikan Bank Indonesia pada Rabu (15/4).

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menjelaskan bahwa meningkatnya kepemilikan instrumen BI oleh investor nonresiden menunjukkan tingginya kepercayaan pasar. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan yang berorientasi pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global.

Dari sisi pemerintah, utang luar negeri mencapai 215,9 miliar dolar AS atau tumbuh 5,5 persen secara tahunan (yoy). Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk mendukung sektor-sektor penting seperti kesehatan, pendidikan, administrasi publik, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan.

Sementara itu, utang luar negeri swasta justru mengalami penurunan sebesar 0,7 persen (yoy) menjadi 193,7 miliar dolar AS. Penurunan ini terutama terjadi pada sektor manufaktur, jasa keuangan, energi, dan pertambangan.

Bank Indonesia menegaskan bahwa struktur utang luar negeri Indonesia masih dalam kondisi yang sehat. Hal ini tercermin dari rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) yang berada di angka 29,8 persen, serta didominasi oleh utang berjangka panjang sehingga relatif lebih aman terhadap risiko jangka pendek.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Komentar

Terkini