Hadiri Rakor Embarkasi Haji YIA 2026, Wabup Kulon Progo Minta Setiap Detailnya Harus Dipersiapkan

Hadiri Rakor Embarkasi Haji YIA 2026, Wabup Kulon Progo Minta Setiap Detailnya Harus Dipersiapkan

NYALANUSANTARA, Kulon Progo- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral untuk memastikan kesiapan operasional Embarkasi dan Debarkasi Haji di Yogyakarta International Airport (YIA) Tahun 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Menoreh, Komplek Pemkab Kulon Progo pada Kamis (16/4/2026), ini menegaskan bahwa kesuksesan operasional ini menjadi ujian reputasi bagi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kabupaten Kulon Progo.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, dalam arahannya menekankan pentingnya kelancaran operasional yang sangat spesial pada tahun ini. Sebagai pilot project nasional, Embarkasi Haji YIA 2026 akan mengusung konsep bubble hotel, di mana jemaah haji akan menginap di Hotel Ibis dan Novotel di kawasan Temon, bukannya di asrama haji konvensional, sebelum diberangkatkan melalui YIA.

"Ini adalah marwah Kabupaten Kulon Progo dan marwah DIY. Sukses dan tidaknya ditentukan mulai tanggal 21 April mendatang. Saya minta jangan sampai ada persiapan sekecil apa pun yang terlewat, terutama terkait kelancaran transportasi dan kenyamanan jemaah," tegas Ambar.

Ambar Purwoko juga mengingatkan pentingnya sinergi antarinstansi yang terlibat dalam kegiatan ini, terutama dalam mengatur kelancaran lalu lintas yang menjadi kunci utama dalam menjaga citra pelayanan.

"Lalu lintas adalah kunci utama. Jangan sampai ada kendala teknis yang merusak citra pelayanan kita. Mari kita berikan dedikasi penuh untuk kelancaran ibadah para jemaah," pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa, memaparkan bahwa Embarkasi YIA tahun ini akan melayani total 9.320 jemaah haji. Jumlah tersebut terdiri dari 3.828 jemaah asal DIY dan 5.492 jemaah asal wilayah Kedu, Jawa Tengah (Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung).

Jauhar menjelaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah yang baru terbentuk lima bulan lalu berkomitmen penuh untuk mengawal transisi ini. "Yogyakarta diputuskan menjadi embarkasi sejak Oktober 2025. Kami sudah melakukan dua kali simulasi penuh dengan satu kloter jemaah asal Kulon Progo untuk memastikan SOP berjalan lancar," jelasnya.

Rakor kali ini juga menyoroti beberapa tantangan teknis, terutama manajemen bus di area hotel. Dengan keterbatasan ruang manuver, bus penjemput jemaah harus melakukan prosedur mundur satu per satu di depan hotel, dengan kapasitas parkir maksimal lima bus sekaligus.

Beberapa poin penting dalam Standard Operating Procedure (SOP) keberangkatan haji tahun ini antara lain:

* Waktu Persiapan: Proses dimulai 5 jam sebelum jadwal take-off.
* Pemeriksaan Keamanan: Pemindaian *X-ray* dilakukan langsung di area hotel (konsep bubble) sehingga jemaah bisa langsung menuju terminal internasional YIA.
* Transportasi: Diperlukan koordinasi ketat antara TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP karena bus akan melintasi jalur cepat jalan nasional.
* Fasilitas: Maskapai Garuda Indonesia memastikan penggunaan garbarata untuk memudahkan jemaah saat naik ke pesawat.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini