Target Tiga Minggu: Wali Kota Semarang Kejar Perwal BOP RT Rp25 Juta, Manfaat Nyata Telah Dirasakan Warga
NYALANUSANTARA, Semarang - Di tengah pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Semarang mengenai alokasi Bantuan Operasional (BOP) RT sebesar Rp265,7 miliar, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengambil langkah strategis. Pemerintah Kota atau Pemkot menargetkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang BOP RT senilai Rp25 juta per unit rampung dalam tiga minggu ke depan.
Namun, di balik kejar-kejaran regulasi, Pemkot justru ingin menyampaikan satu fakta penting, manfaat program ini sudah nyata dirasakan warga sejak tahun pertama pelaksanaannya. Bukan sekadar angka serapan tinggi, melainkan dampak sosial dan lingkungan yang mulai terlihat di tingkat RT.
"Kami ingin memastikan bahwa dana BOP RT tidak hanya untuk administrasi, tapi juga bisa dirasakan langsung warga untuk pembenahan lingkungan. Dan faktanya, dari laporan yang kami terima, manfaat itu sudah ada. Kami hanya perlu menyempurnakan aturan agar lebih fleksibel ke depan," ujar Agustina di Balai Kota Semarang, Jumat (17/4).
Manfaat Konkret di Lapangan: Posyandu, Kerja Bakti, dan Kebersihan Lingkungan
Pemkot Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mencatat sejumlah manfaat nyata yang telah dirasakan masyarakat dari program BOP RT sepanjang tahun 2025. Pertama, peningkatan frekuensi dan kualitas posyandu. Dengan adanya dana operasional, para kader posyandu dapat menggelar kegiatan secara lebih rutin, membeli alat penimbangan, serta menyediakan makanan tambahan untuk balita.
Ke dua, revitalisasi gotong royong. Dana BOP memungkinkan setiap RT mengadakan kerja bakti berkala dengan perlengkapan yang memadai, mulai dari sapu, gerobak sampah, hingga cat untuk perbaikan fasilitas umum. Ke tiga, dukungan terhadap program prioritas "Semarang Bersih". Dana ini digunakan untuk kegiatan pemilahan sampah di sumbernya, perawatan saluran irigasi skala kecil, serta pengurangan titik-titik rawan banjir di lingkungan.
Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Sutriyoso mengaku merasakan langsung manfaat tersebut. "Dengan adanya BOP, kami bisa membeli perlengkapan kerja bakti dan mengadakan lomba kebersihan antar-RW. Warga jadi lebih antusias. Ini bukan dana yang mengambang," katanya.
Ketua RT lainnya di RT 03 RW 05 Kecamatan Ngaliyan, Wahab Sya'roni menambahkan, "Posyandu di wilayah kami sekarang lebih teratur. Bayi dan balita rutin ditimbang. Ibu-ibu senang," tegasnya.
Serapan 95,6 Persen: Bukti Bahwa Warga Membutuhkan dan Merasakan
Agustina juga menegaskan bahwa tingkat serapan yang mencapai 95,6 persen (10.157 dari 10.621 RT) bukanlah sekadar angka administratif. Angka itu mencerminkan bahwa sebagian besar pengurus RT memilih untuk memanfaatkan dana tersebut karena mereka melihat kegunaannya. Hanya 4,4 persen RT yang tidak mengambil, dengan alasan internal seperti sudah memiliki kas mandiri yang cukup.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang— Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, Padang— Semen Padang FC akan menjamu Persik…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Warga sekitar kawasan Rawa Pening,…
NYALANUSANTARA, Semarang– Menyambut momentum Iduladha 1447 H, Dompet…
NYALANUSANTARA, Semarang - Tim basket putra Universitas Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) menandatangani Nota…
NYALANUSANTARA, Semarang — Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan…
NYALANUSANTARA, Semarang- Grand Candi Hotel Semarang kembali mempertegas…
NYALANUSANTARA, Semarang - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan ketersediaan hewan…
Komentar