Tren Pekerja Indonesia Belajar Mandarin Demi Peluang Karier di Perusahaan China

Tren Pekerja Indonesia Belajar Mandarin Demi Peluang Karier di Perusahaan China

XINHUA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Setelah lebih dari dua tahun mempelajari bahasa Mandarin, Andita yang bekerja sebagai teknisi di sebuah perusahaan di Bekasi mulai menargetkan peluang karier baru di perusahaan-perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia. Meningkatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan China membuat banyak perusahaan kini membutuhkan tenaga kerja yang menguasai bahasa Mandarin sebagai nilai tambah dalam dunia kerja.

Sejak akhir 2023, Andita rutin memanfaatkan waktu sepulang kerja untuk belajar, mulai dari mengenal karakter Hanzi, memahami nada dalam pengucapan, hingga berlatih percakapan sehari-hari. Ia berharap kemampuan tersebut dapat membawanya ke pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik. Menurutnya, pesatnya perkembangan ekonomi China dan semakin banyaknya perusahaan China di Indonesia membuat persaingan kerja semakin ketat, sehingga penguasaan bahasa menjadi kebutuhan penting.

Awalnya belajar secara mandiri, dalam satu tahun terakhir Andita mulai mengikuti berbagai kursus online untuk mempercepat kemampuannya. Meski biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, ia yakin hal tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan kariernya.

Di Indonesia, layanan kursus bahasa Mandarin kini semakin berkembang, terutama yang berbasis online. Salah satu penyedia populer adalah ChineseRD yang memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial dan menawarkan program untuk kebutuhan akademik maupun profesional. Peningkatan jumlah peserta dari kalangan pekerja pun terus terlihat dalam beberapa tahun terakhir, terutama mereka yang ingin meningkatkan peluang promosi jabatan.

Para peserta umumnya menargetkan sertifikasi HSK level 3 atau 4 sebagai syarat minimal di banyak perusahaan. Selain kelas persiapan HSK, tersedia pula program khusus bisnis bagi pekerja yang ingin memperdalam penggunaan bahasa Mandarin dalam konteks profesional. Bahkan, beberapa perusahaan lokal kini bekerja sama dengan lembaga kursus untuk memberikan pelatihan bahasa kepada karyawannya sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis ke China.

Fenomena ini tidak lepas dari hubungan ekonomi Indonesia dan China yang semakin erat. China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dengan nilai perdagangan mencapai lebih dari 154 miliar dolar AS tahun lalu. Selain itu, investasi China di Indonesia juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menyerap ratusan ribu tenaga kerja lokal. Kondisi ini semakin mendorong kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki kemampuan bahasa Mandarin sebagai bekal menghadapi persaingan global.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini