Kapolres Semarang Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Keluarga dan Kamtibmas
NYALANUSANTARA, Ungaran - Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa 21 April 2026, dimaknai sebagai momentum penguatan peran perempuan lintas generasi. Hal tersebut disampaikan Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy saat memberikan materi dalam kegiatan bertema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi” di Pendopo Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini dihadiri ketua penggerak PKK Kab. Semarang Hj. Peni Ngesti Nugraha serta berbagai elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan, yang berperan aktif dalam keluarga, lingkungan sosial, hingga dunia profesional.
Dalam paparannya, Kapolres menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter generasi penerus.
“Seorang ibu adalah pendidik pertama bagi anaknya. Ia dituntut memiliki wawasan luas serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ungkap AKBP Ratna.
Ia menambahkan bahwa peran ganda perempuan merupakan anugerah, yang tidak hanya sebagai ibu dan istri, namun juga sebagai perempuan karier yang mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang.
Dalam penyampaiannya, Kapolres juga mengangkat filosofi perempuan sebagai sosok yang mampu “menyalakan lilin orang lain tanpa membuat lilinnya sendiri padam”. Menurutnya, perempuan yang kuat justru mampu memberikan manfaat luas tanpa kehilangan jati dirinya.
Selain itu, Kapolres menyoroti masih tingginya angka tindak kriminal yang menyasar perempuan, khususnya kasus kekerasan seksual. Ia mengimbau agar korban tidak takut untuk melapor kepada pihak kepolisian.
“Korban harus berani melapor. Penanganan tidak hanya berfokus pada hukum, tetapi juga rehabilitasi psikis korban dan perbaikan perilaku pelaku,” tegasnya.
Dalam konteks keluarga, Kapolres menekankan pentingnya peran ibu dalam melakukan pengawasan terhadap anak, terutama di era digital yang sarat pengaruh negatif. Ia mengingatkan bahwa minimnya pengawasan dapat membuka peluang anak terpapar kelompok ekstrem maupun pergaulan yang tidak sehat.
Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam membangun kedekatan sekaligus sarana monitoring yang efektif.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi akan…
NYALANUSANTARA, Samarinda— Persija Jakarta akan menghadapi Persib Bandung…
UNDIP Diundang BNPB Peragakan Inovasi Robot Kecoa, Peluang Besar Kerjasama Penanganan Korban Bencana
NYALANUSANTARA, Jakarta - Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik…
NYALANUSANTARA, Semarang— Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, Padang— Semen Padang FC akan menjamu Persik…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Warga sekitar kawasan Rawa Pening,…
NYALANUSANTARA, Semarang– Menyambut momentum Iduladha 1447 H, Dompet…
NYALANUSANTARA, Semarang - Tim basket putra Universitas Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) menandatangani Nota…
NYALANUSANTARA, Semarang — Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan…
Komentar