Indonesia Kolaborasi dengan Italia dan MUFPP untuk Program MBG

Indonesia Kolaborasi dengan Italia dan MUFPP untuk Program MBG

NYALANUSANTARA, Semarang – Pemerintah Indonesia memperkuat persiapan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi dengan Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) dan Pemerintah Italia. Fokus utama kerja sama ini adalah transformasi sistem pangan lokal dan penerapan standar keamanan pangan yang ketat.

Direktur Sekretariat MUFPP, Filippo Gavazzeni, menekankan bahwa keberhasilan program bergantung pada peran aktif pemerintah daerah. Indonesia sendiri telah menunjukkan komitmen tinggi dengan 20 kota yang bergabung dalam pakta kebijakan pangan global.

"Di Italia, tanggung jawab program makanan sekolah ada pada Wali Kota karena mereka adalah institusi terdekat dengan warga, sehingga kebijakan kota sangat efektif," ujar Gavazzeni, Kamis, 30 April 2026.

MUFPP juga memfasilitasi pertukaran ilmu antarnegara. Gavazzeni menyebut perwakilan kota-kota Indonesia dapat mengunjungi Milan dan Bangkok untuk mempelajari praktik terbaik yang bisa diadaptasi sesuai konteks lokal. Selain pertukaran ide, kolaborasi ini mencakup pengembangan proyek fisik seperti dapur sekolah dan kegiatan edukasi bagi siswa.

Program ini juga menekankan penciptaan ekosistem pangan yang sehat, dengan rantai pasok pendek dan berkelanjutan, serta checklist keamanan pangan yang ketat. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap tahap distribusi makanan terpantau secara profesional.

Menanggapi isu keracunan makanan, Gavazzeni menyarankan penerapan protokol pengawasan berlapis dan partisipatif, melibatkan ahli gizi, orang tua, serta komisi orang tua di sekolah yang akan mencicipi makanan sebelum disajikan. Keterlibatan masyarakat dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG.

Salah satu strategi penting yang dibahas adalah pemanfaatan pangan lokal Indonesia. Gavazzeni menilai keberagaman budaya kuliner Indonesia sebagai aset besar bagi program gizi nasional.

"Setiap pulau memiliki makanan berbeda. Memberikan makanan lokal kepada anak-anak merupakan strategi dan kebijakan yang sangat baik," ungkapnya. 

Penggunaan pangan lokal ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani dan produsen lokal.

Perwakilan Kedutaan Besar Italia di Jakarta mengapresiasi langkah Indonesia yang dianggap sebagai pelopor di ASEAN dalam skala intervensi pangan. Program MBG dipandang memiliki efek snowball, mulai dari tingkat siswa hingga kebijakan ekonomi nasional.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini