Dompet Dhuafa Jateng Gelar Pelatihan Kader Pos Gizi Terpadu di Kebumen
NYALANUSANTARA, Kebumen– Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Tengah menggelar pelatihan Kader Pos Gizi Terpadu di Aula Balai Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari pembentukan kader Pos Gizi Terpadu yang dilakukan pada bulan sebelumnya.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam pelaksanaan teknis Pos Gizi Terpadu agar program dapat berjalan optimal di tingkat masyarakat. Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Titi Ngudiati, menyatakan, pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran kader sebagai garda terdepan di masyarakat.
"Dengan kedekatan kader dengan warga, kami berharap mereka mampu mengidentifikasi permasalahan kesehatan secara dini dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan,” ucap Titi.
Sebanyak 22 kader mengikuti pelatihan ini. Mereka dibekali keterampilan teknis seperti pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), kunjungan rumah, kegiatan Pos Gizi, serta monitoring dan evaluasi program. Materi disampaikan oleh Tim Program LKC, Intan Khoirunnisa dan Siti Nur Rahmah, dengan fokus pada pemahaman praktis agar kegiatan Pos Gizi Terpadu berjalan terarah dan berkelanjutan.
Kepala Desa Lembupurwo, Cokro Aminoto, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelatihan ini. Ia menilai program Pos Gizi Terpadu penting karena permasalahan stunting di wilayahnya masih memerlukan perhatian dan intervensi khusus.
Selain materi teknis, peserta mendapatkan pemahaman mengenai alur pengajuan layanan melalui Health Emergency Desk (HED). Materi ini disampaikan oleh Agung Dwi Fahmarizqi, Officer RDK dan Advokasi Jamkes. Kader dibekali informasi mengenai berbagai layanan kesehatan yang bisa diakses masyarakat melalui HED, sehingga mereka mampu mengarahkan warga yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan.
Pos Gizi Terpadu merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis pendekatan *positive deviance*, yang menekankan perubahan perilaku serta penerapan praktik baik di tingkat keluarga. Program difokuskan pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), fase krusial yang menentukan tumbuh kembang anak dari masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Melalui program ini, LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah mendorong keluarga menerapkan pola asuh dan pola makan sehat dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Partisipasi aktif keluarga dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program dalam menjaga status gizi anak.
Keberhasilan Pos Gizi Terpadu sangat bergantung pada peran kader di lapangan. Dengan pelatihan ini, kader diharapkan mampu memberikan pendampingan konsisten, memperkuat edukasi keluarga, serta mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Lembupurwo secara berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, SOLO- Dompet Dhuafa Jawa Tengah kembali meluncurkan inisiatif…
NYALANUSANTARA, Semarang- Dompet Dhuafa melalui gabungan cabang dari…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal…
NYALANUSANTARA, KEBUMEN- Salah satu alasan Tesla Model Y sangat…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas…
Film thriller terbaru berjudul Is God Is siap…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
Film horor supernatural terbaru berjudul Obsession siap menghadirkan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja…
Serial adaptasi video game populer Devil May Cry…
NYALANUSANTARA, PARIS- Kehadiran Alia Bhatt di Festival Film Cannes…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Salah satu grup konglomerasi terbesar di…
NYALANUSANTARA, Semarang - Perlindungan paten dinilai menjadi kunci…
Komentar