Lapas Semarang Hadirkan Kuliner Mie Ayam, Siapapun Boleh Menyantap-Harga Bersahabat

Lapas Semarang Hadirkan Kuliner Mie Ayam, Siapapun Boleh Menyantap-Harga Bersahabat

NYALANUSANTARA, Semarang - Lapas Kelas I Semarang menghadirkan pujasera kuliner sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi napi. Berlokasi di Aula Kunjungan, pujasera ini menyediakan beragam menu makanan, salah satunya mie ayam yang menjadi favorit, Senin (04/05).

Menariknya, kini ada sajian mie ayam yang nikmat dan ramah di kantong. Bagi warga binaan, kehadiran menu ini bukan sekadar makanan, tetapi juga menjadi pengobat rindu akan cita rasa sederhana yang dahulu mereka nikmati saat berada di luar Lapas. Hangatnya semangkuk mie ayam seolah menghadirkan kembali kenangan sekaligus semangat untuk menjalani pembinaan dengan lebih baik.

Keberadaan pujasera ini merupakan hasil kerja sama yang diinisiasi oleh Lapas Kelas I Semarang dengan Primekopasindo sebagai upaya memberikan ruang praktik langsung bagi warga binaan dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan di bidang kuliner.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyampaikan bahwa program pujasera ini merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan yang berorientasi pada kemandirian warga binaan.

“Pujasera ini kami hadirkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi warga binaan. Mereka tidak hanya belajar memasak, tetapi juga memahami bagaimana mengelola usaha, melayani konsumen, dan membangun kepercayaan dalam berwirausaha,” ujar Ahmad Tohari.

Program ini diikuti oleh sejumlah warga binaan yang telah melalui proses pelatihan, mulai dari teknik pembuatan mie ayam, penyajian, hingga strategi penjualan. Melalui pelatihan tersebut, warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman dasar tentang usaha mandiri.

Adapun sasaran konsumen dari pujasera ini meliputi Napi, petugas Lapas, serta keluarga atau pengunjung yang datang. Selain mie ayam, pujasera juga menyediakan menu bakso serta mie ayam bakso dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000.

Terakhir, ia menambahkan bahwa pembinaan kemandirian seperti ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal yang cukup saat kembali ke masyarakat.


Editor: Holy

Komentar

Terkini