Petani Garam Aceh Utara Bertahan di Tengah Dampak Banjir dan Abrasi
XINHUA
NYALANUSANTARA, ACEH UTARA- Produksi garam di Desa Lancok menghadapi tantangan serius setelah lahan garapan rusak akibat banjir bandang dan abrasi pantai. Kondisi ini membuat para petani di Kabupaten Aceh Utara kehilangan sebagian besar area produksi yang sebelumnya menjadi sumber utama penghasilan mereka.
Sebagai bentuk adaptasi, para petani kini beralih menggunakan bibit garam dan menerapkan metode tradisional dengan cara merebus air garam menggunakan tungku api besar. Cara ini dinilai sebagai solusi sementara agar mereka tetap bisa memproduksi garam di tengah keterbatasan lahan.
Dalam dokumentasi foto yang diambil pada 2 Mei 2026 di wilayah tersebut, terlihat para pekerja melakukan proses produksi secara manual, mulai dari memikul bibit garam dalam ember hingga mengolahnya di atas tungku. Aktivitas ini mencerminkan upaya bertahan masyarakat pesisir dalam menjaga keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Peralihan metode produksi ini menunjukkan ketangguhan para petani dalam menghadapi perubahan lingkungan, meskipun dengan hasil yang kemungkinan tidak seoptimal metode sebelumnya.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal…
NYALANUSANTARA, KEBUMEN- Salah satu alasan Tesla Model Y sangat…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas…
Film thriller terbaru berjudul Is God Is siap…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
Film horor supernatural terbaru berjudul Obsession siap menghadirkan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja…
Serial adaptasi video game populer Devil May Cry…
NYALANUSANTARA, PARIS- Kehadiran Alia Bhatt di Festival Film Cannes…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Salah satu grup konglomerasi terbesar di…
NYALANUSANTARA, Semarang - Perlindungan paten dinilai menjadi kunci…
Komentar