Hamas Sebut Ancaman Israel Langgar Gencatan Senjata Gaza

Hamas Sebut Ancaman Israel Langgar Gencatan Senjata Gaza

XINHUA

NYALANUSANTARA, GAZA- Hamas pada Senin (4/5) menilai ancaman Israel untuk melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Juru bicara Hamas, Hazen Qassem, menyatakan bahwa laporan media Israel terkait rencana dimulainya kembali perang merupakan bentuk pengingkaran terhadap upaya perdamaian, termasuk yang disebut-sebut berkaitan dengan inisiatif dari Donald Trump.

Qassem juga menilai ancaman tersebut tidak sejalan dengan “suasana positif” yang tengah dibangun Hamas dalam berbagai pertemuan dengan mediator di Kairo. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen bekerja sama dengan mediator regional dan internasional demi mencapai solusi yang dapat diterima bagi rakyat Palestina serta menjaga stabilitas di Gaza.

Di sisi lain, laporan radio Israel yang mengutip pejabat setempat menyebutkan bahwa militer Israel telah memperluas kendali wilayahnya di Gaza dengan memajukan garis demarkasi yang disebut “Garis Kuning” ke arah barat, sehingga kini menguasai sekitar 59 persen wilayah tersebut.

Sebelumnya, kabinet keamanan Israel menggelar rapat pada Minggu (3/5) malam untuk membahas kemungkinan melanjutkan operasi militer skala besar. Langkah ini dipertimbangkan di tengah meningkatnya ketegangan di lapangan serta mandeknya perundingan yang berlangsung di Kairo.

Menurut media Israel, pemerintah beralasan bahwa Hamas tidak memenuhi sejumlah ketentuan dalam kesepakatan, termasuk terkait isu persenjataan, yang menjadi salah satu poin krusial dalam negosiasi yang hingga kini masih berjalan alot.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini