Krisis Prostetik di Gaza: Ribuan Penyandang Amputasi Kekurangan Layanan Rehabilitasi

Krisis Prostetik di Gaza: Ribuan Penyandang Amputasi Kekurangan Layanan Rehabilitasi

XINHUA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- OCHA memperingatkan minimnya layanan prostetik dan rehabilitasi bagi penyandang amputasi di Jalur Gaza, di tengah meningkatnya jumlah korban sejak konflik memanas.

Menurut laporan OCHA, lebih dari 6.600 penyandang amputasi saat ini membutuhkan perawatan, dengan sekitar 20 persen di antaranya adalah anak-anak. Banyak dari mereka merupakan korban baru sejak Oktober 2023. Namun, kondisi di lapangan sangat terbatas karena hanya tersedia delapan teknisi prostetik untuk melayani seluruh kebutuhan tersebut.

OCHA menyebut bahwa dengan keterbatasan tenaga ahli dan sulitnya masuknya bahan prostetik ke wilayah Gaza, proses pemenuhan kebutuhan ini bisa memakan waktu hingga lima tahun, dengan catatan tidak ada tambahan kasus baru. Oleh karena itu, tenaga ahli internasional dan peningkatan kapasitas produksi alat prostetik sangat dibutuhkan, termasuk kemudahan akses masuk bahan baku yang saat ini masih dibatasi oleh Israel.

Sementara itu, Koordinator Bantuan Darurat PBB, Tom Fletcher, menyatakan bahwa komunitas kemanusiaan terus berupaya membantu warga Gaza. Bantuan yang diberikan mencakup penyelamatan nyawa, pencegahan kelaparan, hingga pemulihan layanan dasar.

Ia mengungkapkan bahwa bantuan berupa tenda darurat, perlengkapan tidur, dan kebutuhan dasar lainnya telah disalurkan kepada hampir 4.500 rumah tangga. Di wilayah Khan Younis, sejumlah tempat penampungan darurat juga telah diperbaiki menggunakan material seadanya seperti terpal plastik untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi.

Namun demikian, tantangan kemanusiaan masih besar. Mitra kesehatan melaporkan meningkatnya risiko penyakit kulit dan masalah medis lain akibat kondisi lingkungan yang tidak higienis, termasuk keberadaan hama dan hewan pengerat di lokasi pengungsian.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini