Canton Fair ke-139 Resmi Dibuka, Catat Rekor Peserta dan Perkuat Kolaborasi Global
XINHUA
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pameran Impor dan Ekspor China atau yang dikenal sebagai Canton Fair ke-139 resmi dibuka pada 15 April di Guangzhou. Ajang ini mencetak rekor dengan diikuti lebih dari 32.000 perusahaan dari berbagai sektor. Pameran yang menghadirkan paviliun bagi pembeli domestik dan internasional tersebut berlangsung dengan suasana negosiasi yang aktif dan menunjukkan geliat perdagangan yang kuat.
Di area layanan pengadaan milik Kawan Lama Group, interaksi bisnis berlangsung intens dengan kehadiran para exhibitor yang datang silih berganti. Perusahaan ini telah berkembang selama lebih dari 70 tahun dengan lebih dari 38.000 karyawan, beroperasi di 70 kota di Indonesia, serta didukung 14 pusat distribusi dan sekitar 1.200 jaringan toko. Kawan Lama Group juga memiliki enam lini bisnis utama yang mencakup ritel, layanan industri dan komersial, kuliner, real estate, ekosistem digital, hingga manufaktur cerdas.
Direktur pengadaan Changyou Group Indonesia, Zhu Zhiwei, mengungkapkan bahwa dirinya telah mengikuti Canton Fair sejak 2005 tanpa pernah absen. Ia menilai bahwa peran pameran ini sangat signifikan dalam perkembangan Kawan Lama Group hingga menjadi salah satu pemain utama di pasar ritel Indonesia.
Saat ini, Kawan Lama Group telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 3.000 perusahaan China dan menyediakan lebih dari 200.000 jenis produk, mulai dari perkakas hingga peralatan energi baru. Canton Fair dinilai menjadi sumber penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan dan inovasi produk perusahaan.
Berdasarkan data dari China Foreign Trade Center, hingga 27 April, dua fase awal pameran telah menarik sekitar 245.000 pembeli asing dari 219 negara dan wilayah, meningkat 2,2 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Selain menjadi ajang transaksi, Canton Fair juga berfungsi sebagai ruang inspirasi dan inovasi. Hal ini tercermin dari semakin banyaknya produk berbasis teknologi pintar yang dipamerkan, termasuk perangkat rumah tangga berbasis kecerdasan buatan. Seorang pembeli asal Indonesia, Sayyid, mengaku tertarik dengan teknologi AC berbasis AI yang ditemuinya selama kunjungan.
Di sektor lain, inovasi robotika juga menarik perhatian. Rudi Utomo menyampaikan ketertarikannya pada robot yang dapat membantu operasional rumah sakit, seperti mengantarkan obat, yang dinilai berpotensi diterapkan di Indonesia.
Seiring meningkatnya kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China, Canton Fair terus memainkan peran penting dalam memperkuat arus perdagangan dua arah. Rantai pasok China yang kuat serta ragam produk yang luas mampu memenuhi kebutuhan pasar Indonesia dan Asia Tenggara. Sebaliknya, potensi pasar Indonesia yang besar turut mendorong ekspansi produk manufaktur China ke pasar global.
Sejak pertama kali digelar pada 1957, Canton Fair telah menjadi salah satu pameran perdagangan internasional terbesar dan tertua di China. Edisi ke-139 tahun ini berlangsung dalam tiga fase dari 15 April hingga 5 Mei di Guangzhou, dan kembali menegaskan posisinya sebagai indikator utama perdagangan luar negeri China.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal…
NYALANUSANTARA, KEBUMEN- Salah satu alasan Tesla Model Y sangat…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas…
Film thriller terbaru berjudul Is God Is siap…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
Film horor supernatural terbaru berjudul Obsession siap menghadirkan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja…
Serial adaptasi video game populer Devil May Cry…
NYALANUSANTARA, PARIS- Kehadiran Alia Bhatt di Festival Film Cannes…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Salah satu grup konglomerasi terbesar di…
NYALANUSANTARA, Semarang - Perlindungan paten dinilai menjadi kunci…
Komentar