Perjalanan Jauh Mobil Listrik di China Kini Bebas “Cemas Jarak”
ISTIMEWA
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Perjalanan darat sejauh sekitar 1.000 kilometer yang biasa menimbulkan kekhawatiran kehabisan daya kini tak lagi menjadi masalah bagi para pengguna kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) di China. Hal itu dirasakan langsung oleh Li Dongsheng saat melakukan perjalanan dari wilayah barat daya menuju utara China selama libur Hari Buruh tahun ini.
Saat singgah di rest area Fuping, Provinsi Shaanxi, mobil listrik milik Li mampu menambah jarak tempuh hingga 400 kilometer hanya lewat pengisian daya selama 10 menit. Menurutnya, semakin banyaknya stasiun pengisian daya di sepanjang jalan tol membuat perjalanan jauh menggunakan kendaraan listrik menjadi jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya.
Pengalaman tersebut mencerminkan perubahan besar yang tengah terjadi di China. Kendaraan listrik kini semakin dipercaya untuk perjalanan antarkota maupun antarprovinsi berkat perkembangan teknologi baterai dan meluasnya jaringan pengisian daya cepat.
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Kelistrikan China, Liu Yongdong, mengatakan bahwa peningkatan teknologi NEV dan infrastruktur pengisian daya telah menghapus anggapan lama bahwa mobil listrik hanya cocok digunakan untuk perjalanan jarak pendek. Kini, semakin banyak masyarakat memilih menggunakan NEV untuk mudik maupun bepergian saat liburan.
Berdasarkan data Administrasi Energi Nasional China, volume pengisian daya kendaraan listrik di jalan raya selama hari pertama libur Hari Buruh meningkat 55,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi rekor baru penggunaan pengisian daya harian selama masa liburan.
Rest area Fuping sendiri menjadi salah satu pusat penting penghubung kawasan barat laut, utara, dan selatan China. Lokasi itu kini dilengkapi 28 titik pengisian daya dan dua stasiun penukaran baterai. Selama musim liburan, enam teknisi juga disiagakan selama 24 jam untuk membantu para pengguna kendaraan listrik.
Manajer rest area tersebut, Gao Lipeng, menjelaskan bahwa pengemudi kini dapat memantau ketersediaan stasiun pengisian daya secara langsung melalui platform peta digital. Ia menilai proses pengisian daya kendaraan listrik kini hampir setara praktisnya dengan mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.
Kemudahan itu turut didukung oleh inovasi teknologi baterai terbaru. Awal tahun ini, produsen NEV China, BYD, memperkenalkan teknologi baterai dan pengisian daya baru yang mampu mengisi baterai dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam lima menit pada suhu normal, dan mencapai 97 persen dalam sembilan menit.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China juga mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, rata-rata jarak tempuh mobil listrik buatan China meningkat hingga hampir 500 kilometer. Selain itu, kecepatan pengisian daya rata-rata juga meningkat lebih dari tiga kali lipat.
Saat ini China telah memiliki lebih dari 21 juta titik pengisian daya kendaraan listrik. Bahkan, 19 provinsi di negara tersebut sudah mencapai cakupan penuh fasilitas pengisian daya hingga tingkat kota praja.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Dinas Perhubungan atau Dishub Kota…
NYALANUSANTARA, KENDAL- Tesla Model Y menjadi salah satu kendaraan…
NYALANUSATARA, JAKARTA- Festival Film Cannes 2026 akan kembali digelar…
NYALANUSANTARA, SUARABAYA- Masalah kesehatan mental remaja kini dinilai menjadi…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga kembali…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pendukung klub-klub Arsenal, Liverpool, Chelsea, dan Manchester…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Bank Negara Malaysia dan Bank Indonesia resmi…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Tim ekonom Bank Central Asia menilai Tiongkok…
NYALANUSANTARA, Semarang — Proses pewarganegaraan bukan sekadar urusan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng mendukung peningkatan…
Komentar