UPGRIS Gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di SMP Askhabul Kahfi Semarang

UPGRIS Gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di SMP Askhabul Kahfi Semarang

NYALANUSANTARA, Semarang - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) sukses melaksanakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme dan Pemanfaatannya dalam Pengelolaan Lingkungan SMP Askhabul Kahfi Semarang” pada Senin, 05 Mei 2026 di SMP Askhabul Kahfi Semarang. Kegiatan ini merupakan implementasi program PKM-Reguler yang melibatkan dosen dan mahasiswa lintas program studi sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan lingkungan dan pengelolaan sampah organik.

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim PKM, Dr. Ary Susatyo Nugroho, S.Si., M.Si., bersama anggota tim Fibria Kaswinarni, S.Si., M.Si. dan Atip Nurwahyunani, S.Si., S.Pd., M.Pd., serta didukung mahasiswa UPGRIS. Pelatihan diikuti secara antusias oleh siswa-siswi SMP Askhabul Kahfi Semarang yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Ittifaq Semarang.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik menjadi produk ramah lingkungan berupa eco enzyme. Eco enzyme merupakan larutan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran yang memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan sehari-hari dan lingkungan.

Dalam kegiatan pelatihan ini, bahan utama yang digunakan berasal dari limbah kulit buah segar yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, seperti dari penjual rujak, penjual es jus, pedagang buah potong, maupun limbah dapur rumah tangga. Pemanfaatan limbah organik segar tersebut menjadi bentuk edukasi nyata kepada siswa bahwa sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat diolah menjadi produk multifungsi yang bermanfaat dan bernilai guna.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi: penyuluhan tentang eco enzyme, praktik langsung pembuatan eco enzyme, diskusi manfaat eco enzyme, serta pelatihan penggunaan eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam praktik lapangan, siswa diajak secara langsung memilah sampah organik, mencampurkan bahan fermentasi, hingga memahami prosedur pembuatan eco enzyme yang benar sesuai standar. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama saat praktik pembuatan dan pemanfaatan eco enzyme untuk kebutuhan rumah tangga dan lingkungan sekolah.

Selain bermanfaat sebagai cairan pembersih alami, eco enzyme juga memiliki potensi pemanfaatan menjelang Hari Raya Iduladha. Tim PKM menjelaskan bahwa eco enzyme dapat digunakan untuk membantu mengurangi bau amis dan membersihkan area penyembelihan hewan qurban secara lebih ramah lingkungan. Larutan eco enzyme dapat diaplikasikan untuk membersihkan lantai, peralatan, saluran pembuangan, hingga membantu mengurai limbah organik hasil penyembelihan sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

Pemanfaatan eco enzyme dalam pengelolaan limbah qurban dinilai menjadi solusi sederhana namun efektif untuk mengurangi penggunaan bahan kimia pembersih sekaligus mendukung edukasi lingkungan berbasis praktik nyata di masyarakat.

Ketua Tim PKM menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat eco enzyme, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan siswa mampu menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah organik baik di lingkungan sekolah, pondok pesantren, maupun rumah masing-masing.

Program PKM ini juga menargetkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap eco enzyme hingga mencapai lebih dari 90%, sekaligus menghasilkan luaran berupa publikasi ilmiah dan media massa.


Editor: Holy

Komentar

Terkini