Generasi Digital Dibidik Narkoba, BNNP Jateng dan Binus Semarang Perkuat “Benteng Karakter” Mahasiswa

Generasi Digital Dibidik Narkoba, BNNP Jateng dan Binus Semarang Perkuat “Benteng Karakter” Mahasiswa

“Di tengah perkembangan teknologi dan era digital yang sangat cepat, mahasiswa jangan sampai kehilangan jati diri. Kita boleh maju secara teknologi, tetapi tetap harus memiliki karakter, nilai, dan rasa cinta tanah air. Jangan melupakan akar kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Fredy.

Ia menjelaskan bahwa Character Building Development Center (CBDC) Binus merupakan wadah pembinaan karakter mahasiswa agar memiliki kemampuan berpikir kritis, empati sosial, integritas, serta ketahanan diri terhadap berbagai ancaman negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

“Character building bukan hanya soal disiplin atau etika, tetapi bagaimana mahasiswa dipersiapkan memiliki pertahanan diri yang kuat. Ancaman narkoba di era digital sangat nyata dan dekat dengan kehidupan anak muda. Karena itu mahasiswa perlu dibekali wawasan, literasi, serta kemampuan mengambil keputusan yang sehat agar tidak mudah terpengaruh,” jelasnya.

Fredy juga menyampaikan apresiasi kepada BNNP Jawa Tengah atas kolaborasi edukatif yang dinilai penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat.

“Kami percaya kolaborasi antara perguruan tinggi dan BNN sangat penting untuk membangun generasi muda yang kuat, sehat, dan memiliki dampak positif bagi bangsa. Binus Semarang memiliki komitmen untuk terus memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi unggul dan bebas narkoba,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu peserta, mahasiswi Binusian 2029 jurusan Digital Psychology, Aurea Tiffany, mengungkapkan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut membuka wawasan mahasiswa mengenai ancaman narkoba yang kini semakin dekat dengan kehidupan generasi muda, khususnya melalui media digital dan lingkungan pergaulan.

Menurut Aurea, mahasiswa sering kali merasa aman karena menganggap narkoba hanya terjadi di lingkungan tertentu, padahal ancaman tersebut bisa menyasar siapa saja tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun sosial.

“Kegiatan ini membuat saya sadar bahwa ancaman narkoba sangat dekat dengan kehidupan anak muda sekarang. Banyak generasi muda yang mungkin tidak sadar sedang berada di lingkungan yang berisiko karena pengaruh media sosial, pergaulan, maupun rasa ingin tahu,” ungkap Aurea.

Ia juga menilai bahwa edukasi seperti ini penting untuk membangun keberanian mahasiswa dalam menjaga diri dan mengingatkan sesama teman agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. “Sebagai mahasiswa, kita harus punya kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Jangan diam kalau melihat ada teman yang mulai terpengaruh hal-hal negatif. Saya melihat kegiatan ini sejalan dengan semangat Ananda Bersinar, di mana generasi muda diajak menjadi pelopor hidup sehat, aktif, dan berani menyuarakan penolakan terhadap narkoba,” katanya.

Aurea berharap kegiatan edukasi mengenai bahaya narkoba dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan kampus agar mahasiswa memiliki kesadaran kolektif untuk menciptakan ruang belajar yang sehat, aman, dan produktif.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini