Generasi Digital Dibidik Narkoba, BNNP Jateng dan Binus Semarang Perkuat “Benteng Karakter” Mahasiswa

Generasi Digital Dibidik Narkoba, BNNP Jateng dan Binus Semarang Perkuat “Benteng Karakter” Mahasiswa

NYALANUSANTARA, Semarang — Ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkoba kini semakin menyasar generasi muda melalui ruang digital. Menjawab tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah atau BNNP Jateng bersama Binus University Semarang menggelar penyuluhan bahaya narkoba dalam rangkaian Binus Festival Character Building Development Center (CBDC) di Mini Hall Binus University Semarang, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan mahasiswa melalui edukasi, literasi digital, dan pembangunan karakter agar tidak mudah terpapar narkoba.

Kegiatan penyuluhan menghadirkan Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H. sebagai narasumber utama yang memberikan edukasi mengenai ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di era digital kepada mahasiswa Binus University Semarang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Direktur Kampus Binus Semarang Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom.. Ratusan mahasiswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai tantangan generasi muda dalam menghadapi ancaman narkoba yang kini semakin kompleks dan dekat dengan kehidupan digital sehari-hari.

Kepala BNNP Jawa Tengah dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Indonesia masih menjadi sasaran pasar besar jaringan narkoba internasional karena kondisi geografis dan jumlah penduduk yang besar. Berdasarkan data survei prevalensi, Jawa Tengah memiliki angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,3 persen atau sekitar 195 ribu jiwa terpapar narkoba. Ancaman tersebut kini semakin sulit dideteksi karena memanfaatkan media sosial, platform digital, hingga pola komunikasi tertutup yang menyasar anak muda dan mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak hanya menghadapi ancaman narkoba secara konvensional, tetapi juga perang pengaruh di ruang digital yang dapat merusak pola pikir, gaya hidup, dan masa depan generasi muda. Karena itu, penguatan karakter menjadi kebutuhan mendesak agar mahasiswa memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan sosial.

“Jangan pernah berpikir narkoba hanya menyasar kelompok tertentu. Hari ini yang disasar adalah generasi muda produktif, termasuk mahasiswa yang aktif di ruang digital. Modus peredaran narkoba sekarang berubah sangat cepat, memanfaatkan media sosial, pergaulan daring, bahkan pendekatan psikologis yang membuat anak muda merasa aman padahal sedang dijebak,” tegas Kepala BNNP Jawa Tengah.

Ia menambahkan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan, menurunkan produktivitas, merusak relasi sosial, dan melemahkan daya saing bangsa. Karena itu, mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menolak narkoba sekaligus menjadi pelopor edukasi di lingkungan sekitarnya.

“Mahasiswa harus menjadi kelompok yang paling sadar terhadap bahaya narkoba. Pengetahuan saja tidak cukup, harus dibarengi karakter yang kuat, lingkungan yang sehat, dan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba. Jika generasi muda runtuh karena narkoba, maka bangsa ini kehilangan masa depannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Kampus Binus Semarang Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki integritas, moralitas, dan rasa cinta tanah air.

Menurut Fredy, perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan pembangunan karakter agar mahasiswa tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup global. Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus tetap mengingat akar budaya, nilai kebangsaan, dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

“Di tengah perkembangan teknologi dan era digital yang sangat cepat, mahasiswa jangan sampai kehilangan jati diri. Kita boleh maju secara teknologi, tetapi tetap harus memiliki karakter, nilai, dan rasa cinta tanah air. Jangan melupakan akar kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Fredy.

Ia menjelaskan bahwa Character Building Development Center (CBDC) Binus merupakan wadah pembinaan karakter mahasiswa agar memiliki kemampuan berpikir kritis, empati sosial, integritas, serta ketahanan diri terhadap berbagai ancaman negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

“Character building bukan hanya soal disiplin atau etika, tetapi bagaimana mahasiswa dipersiapkan memiliki pertahanan diri yang kuat. Ancaman narkoba di era digital sangat nyata dan dekat dengan kehidupan anak muda. Karena itu mahasiswa perlu dibekali wawasan, literasi, serta kemampuan mengambil keputusan yang sehat agar tidak mudah terpengaruh,” jelasnya.

Fredy juga menyampaikan apresiasi kepada BNNP Jawa Tengah atas kolaborasi edukatif yang dinilai penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat.

“Kami percaya kolaborasi antara perguruan tinggi dan BNN sangat penting untuk membangun generasi muda yang kuat, sehat, dan memiliki dampak positif bagi bangsa. Binus Semarang memiliki komitmen untuk terus memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi unggul dan bebas narkoba,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu peserta, mahasiswi Binusian 2029 jurusan Digital Psychology, Aurea Tiffany, mengungkapkan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut membuka wawasan mahasiswa mengenai ancaman narkoba yang kini semakin dekat dengan kehidupan generasi muda, khususnya melalui media digital dan lingkungan pergaulan.

Menurut Aurea, mahasiswa sering kali merasa aman karena menganggap narkoba hanya terjadi di lingkungan tertentu, padahal ancaman tersebut bisa menyasar siapa saja tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun sosial.

“Kegiatan ini membuat saya sadar bahwa ancaman narkoba sangat dekat dengan kehidupan anak muda sekarang. Banyak generasi muda yang mungkin tidak sadar sedang berada di lingkungan yang berisiko karena pengaruh media sosial, pergaulan, maupun rasa ingin tahu,” ungkap Aurea.

Ia juga menilai bahwa edukasi seperti ini penting untuk membangun keberanian mahasiswa dalam menjaga diri dan mengingatkan sesama teman agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. “Sebagai mahasiswa, kita harus punya kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Jangan diam kalau melihat ada teman yang mulai terpengaruh hal-hal negatif. Saya melihat kegiatan ini sejalan dengan semangat Ananda Bersinar, di mana generasi muda diajak menjadi pelopor hidup sehat, aktif, dan berani menyuarakan penolakan terhadap narkoba,” katanya.

Aurea berharap kegiatan edukasi mengenai bahaya narkoba dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan kampus agar mahasiswa memiliki kesadaran kolektif untuk menciptakan ruang belajar yang sehat, aman, dan produktif.

Melalui kegiatan ini, BNNP Jawa Tengah dan Binus University Semarang berharap mahasiswa tidak hanya memahami bahaya narkoba secara teoritis, tetapi juga mampu membangun ketahanan mental, karakter, serta kepedulian sosial sebagai benteng utama dalam mewujudkan generasi muda yang tangguh menuju Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba).

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini