Kaum Muda Tiongkok Bangun Kehidupan Baru di Indonesia Sekaligus Pererat Hubungan Budaya
XINHUA
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Di tengah pesatnya hubungan ekonomi antara China dan Indonesia, semakin banyak kaum muda Tiongkok yang memilih menetap dan membangun kehidupan di Indonesia. Mereka tidak hanya datang untuk bekerja atau berbisnis, tetapi juga berupaya menjalin hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat lokal.
Di kawasan pesisir Kalibaru, Jakarta Utara, misalnya, puluhan anak mengikuti kelas bahasa Mandarin gratis setiap akhir pekan di ruang belajar sederhana beratap seng. Kegiatan itu diprakarsai Chai Yinhui, pengusaha asal China sekaligus pemilik perusahaan logistik pangan PT Serba Agro Tani International.
Bagi Chai, kegiatan mengajar tersebut bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi bentuk keterlibatan langsung dengan masyarakat Indonesia. Ia menjadi salah satu contoh generasi muda Tiongkok yang mulai membangun hubungan budaya yang lebih mendalam di tanah rantau.
Fenomena serupa juga terlihat dari perjalanan Yi Yan yang datang ke Indonesia pada 2014 sebagai tenaga teknis perusahaan farmasi sebelum akhirnya mendirikan bisnis sendiri. Awalnya ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kendala bahasa, proses administrasi, hingga perbedaan budaya kerja.
Setelah sempat merintis usaha perdagangan produk tenaga surya dan bahan bangunan, Yi kemudian mendirikan IF Language School pada 2019. Namun pandemi COVID-19 sempat membuat usahanya nyaris berhenti total.
Di tengah situasi sulit tersebut, Yi justru mulai membuat video berbahasa Mandarin tentang kehidupan dan kebijakan di Indonesia untuk membantu komunitas Tiongkok di perantauan. Salah satu videonya mengenai aturan perjalanan selama pandemi bahkan ditonton jutaan kali.
Kini sekolah bahasa miliknya berkembang pesat dan telah memberikan pelatihan bahasa kepada hampir 20 ribu peserta didik.
Sementara itu, Lai Yanmin memilih jalur berbeda dengan meniti karier di bidang hukum. Sebagai kepala perwakilan Topwe Law Firm di Indonesia, Lai membantu menjembatani perbedaan budaya bisnis dan sistem hukum antara perusahaan Tiongkok dan mitra lokal di Indonesia.
Menurut Lai, banyak kesalahpahaman dalam kerja sama lintas negara terjadi karena minimnya pemahaman budaya dan sistem kerja masing-masing pihak. Kemampuan bahasa serta pemahaman terhadap dua budaya membuatnya berperan penting sebagai penghubung antara perusahaan China dan Indonesia.
Melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, hukum, hingga bisnis, para kaum muda Tiongkok ini perlahan membangun akar kehidupan di Indonesia. Bagi mereka, Indonesia kini bukan lagi sekadar tempat bekerja, tetapi juga rumah kedua yang mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Editor: Lulu
Terkini
Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menorehkan prestasi…
Semarang – Prestasi kembali ditorehkan oleh sivitas akademika…
NYALANUSANTARA, Semarang – Gelandang anyar PSIS Semarang, Syahrian…
Pemkot Semarang-Masyarakat Rawat Harmoni dalam Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke-166
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng,…
NYALANUSANTARA, Semarang - Perkembangan E-Sport dalam beberapa tahun…
NYALANUSANTARA, Semarang - PSIS Semarang resmi memperpanjang kontrak…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra…
NYALANUSANTARA, Semarang - PSIS Semarang kembali menambah amunisi…
NYALANUSANTARA, Semarang – Bandara Internasiobal Jenderal Ahmad Yani…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
Komentar