Bupati Gunungkidul Hadiri Kirab Budaya Peringati Hari Jadi ke-110 Kalurahan Botodayaan

Bupati Gunungkidul Hadiri Kirab Budaya Peringati Hari Jadi ke-110 Kalurahan Botodayaan

NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Kalurahan Botodayaan memperingati hari jadinya yang ke-110 atau Ambal Warsa kaping 110 dengan menggelar kirab budaya, Sabtu (16/5/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya, dan mendorong kemajuan kalurahan.

Peringatan hari jadi tahun ini mengusung tema “Guyup Rukun Mbangun Botodayaan, Lestari Budayane, Sejahtera Rayate.” Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun Botodayaan tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Lurah Botodayaan, Wasija, mengatakan tema tersebut bukan sekadar semboyan, melainkan ajakan bagi seluruh warga untuk terus menjaga kerukunan dan semangat gotong royong. Menurutnya, pembangunan kalurahan membutuhkan keterlibatan semua lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga para sesepuh.

“Tidak ada pekerjaan yang berat jika dilakukan bersama-sama,” ujar Wasija dalam sambutannya.

Ia mengajak warga mendukung berbagai program pembangunan kalurahan agar Botodayaan dapat berkembang menjadi wilayah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Wasija menegaskan, kemajuan desa harus dimulai dari ketulusan hati dan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kirab budaya dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kalurahan Botodayaan.

Menurut Endah, kegiatan budaya tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana memperkuat jati diri, menjaga tradisi, dan menumbuhkan semangat gotong royong.

“Semoga warga Botodayaan tetap rukun dan bersemangat dalam memajukan ekonomi serta aspek sosial desa,” pesan Endah kepada warga.

Kirab budaya menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan tersebut. Kegiatan ini menampilkan berbagai tradisi lokal sebagai bentuk kebanggaan masyarakat Botodayaan terhadap warisan leluhur.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini