Gubernur Jateng Tegaskan Jawa Tengah Tetap Lumbung Pangan Nasional

Gubernur Jateng Tegaskan Jawa Tengah Tetap Lumbung Pangan Nasional

NYALANUSANTARA, Boyolali– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya sinergi antar-sektor untuk menjaga provinsi ini tetap menjadi lumbung pangan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Rembug Pembangunan Jateng 2026 Wilayah Solo Raya di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa, 2 Juni 2026.

“Jawa Tengah tetap menjadi lumbung pangan nasional. Tahun 2025, kita menghasilkan 9,1 juta ton gabah kering, dengan 15,6 persen untuk kebutuhan nasional,” ujar Luthfi.

Luthfi menekankan capaian tersebut harus dijaga bersama oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan forkopimda. Mengingat musim kemarau mulai mendekat, gubernur meminta pemerintah daerah memetakan wilayah rawan kekeringan, sumber air, kebutuhan irigasi, serta infrastruktur pertanian. Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan TNI terkait pipanisasi dan sumurisasi.

“Terkait embung dan irigasi, saya minta TNI ikut memetakan daerah-daerah yang akan menjadi intervensi,” katanya.

Pembagian peran antara TNI dan Polri dalam mitigasi kekeringan juga ditegaskan. TNI diarahkan membantu penanganan sumber air, sumurisasi, dan pipanisasi, sementara Polri mendukung distribusi air menggunakan kendaraan dinas. Luthfi juga mengingatkan agar pengendalian hama tikus tidak dilakukan dengan cara berbahaya, seperti setrum listrik, demi keselamatan petani.

Selain itu, gubernur menegaskan penanganan gangguan kera di kawasan pertanian tidak boleh dengan membunuh. Pemprov Jawa Tengah akan bersurat ke Menteri Kehutanan untuk meminta tambahan kuota tangkap dan pengamanan.

Sejumlah kepala daerah di wilayah Solo Raya menyatakan dukungannya terhadap upaya pemprov menjaga ketahanan pangan. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyebut ketahanan pangan daerahnya relatif aman, dengan surplus beras dibanding kebutuhan masyarakat. Ia berharap ada perhatian dan insentif khusus bagi daerah yang menjadi lumbung pangan.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyampaikan kebutuhan pembangunan embung dan peningkatan jaringan irigasi. Ia juga memaparkan program pembangunan 1.000 sumur pantek lima tahun ke depan, dengan 293 sumur terbangun pada tahun pertama dan 253 sumur direncanakan tahun berikutnya.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menekankan pentingnya perbaikan irigasi untuk meningkatkan produktivitas lahan, terutama di kawasan Merapi-Merbabu yang menjadi sentra sayuran. Ia juga mengangkat persoalan gangguan kera yang merusak tanaman di lahan pertanian.

Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto, melaporkan kondisi pangan daerahnya relatif aman, dengan surplus beras 114 ribu ton pada 2025, cadangan beras daerah 57 ribu ton, dan cadangan Bulog 3.500 ton. Sukoharjo juga menyiapkan mitigasi menghadapi potensi El Nino kecil melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pertanian.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini