Menpora Erick Thohir Paparkan Desain Besar Karakter Pemuda hingga Persiapan PON 2028 di DPR

Menpora Erick Thohir Paparkan Desain Besar Karakter Pemuda hingga Persiapan PON 2028 di DPR

NYALANUSANTARA, Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, memaparkan sejumlah agenda strategis sektor kepemudaan dan olahraga dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Rapat kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, tersebut membahas sejumlah isu penting. Di antaranya penuntasan deregulasi Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga, persiapan Pekan Olahraga Nasional atau PON 2028, program kepemudaan dan keolahragaan, serta kesiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2026.

Salah satu pembahasan utama dalam rapat itu adalah penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia. Erick menyebut program tersebut disiapkan sebagai respons atas kebutuhan penguatan karakter generasi muda sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Erick, terdapat tiga nilai utama yang menjadi dasar pengembangan karakter pemuda Indonesia, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Nilai-nilai tersebut akan diterjemahkan ke dalam berbagai program kepemudaan.

“Kami menyadari pentingnya membangun semangat patriotisme ke dalam pemikiran dan sikap generasi muda kita. Kami juga ingin mencetak para pemuda yang gigih dalam berjuang serta memiliki empati dan kepedulian tinggi untuk membantu sesama,” ujar Erick.

Ia menjelaskan, Kemenpora saat ini sedang menggodok Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia. Program itu nantinya akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti youth camp, lomba debat, program magang, dan pertukaran pemuda.

Selain agenda kepemudaan, rapat kerja juga membahas persiapan penyelenggaraan PON 2028. Komisi X DPR RI meminta Kemenpora memastikan pelaksanaan PON di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah utama dapat berjalan optimal.

Erick mengatakan penyelenggaraan PON 2028 membutuhkan perencanaan matang, terutama terkait kesiapan venue dan dukungan daerah penyangga. Ia menyebut Jakarta akan dilibatkan sebagai provinsi penyangga karena keterbatasan fasilitas pertandingan di daerah tuan rumah utama.

“Dalam pelaksanaan PON 2028, Jakarta akan berperan sebagai provinsi penyangga karena keterbatasan venue. Dalam Rakernas KONI pada Mei, juga telah ditetapkan PON berikutnya tahun 2032 akan diselenggarakan di Banten-Lampung, sehingga diharapkan tuan rumah memiliki waktu yang lebih lama untuk mempersiapkan diri,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Erick juga menyampaikan kesiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2026. Ia menyebut target empat medali emas menjadi sasaran realistis bagi kontingen Indonesia.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini