Nyadran Gunung Gentong Digelar, Bupati Gunungkidul Dorong Masuk Kalender Wisata Daerah
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Masyarakat Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, kembali menggelar tradisi tahunan Nyadran Gunung Gentong pada Selasa Kliwon, 2 Juni 2026. Kegiatan budaya tersebut dihadiri Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, bersama jajaran pejabat daerah.
Tradisi Nyadran Gunung Gentong merupakan kegiatan turun-temurun yang diyakini telah berlangsung sejak masa Prabu Brawijaya. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah leluhur sekaligus ruang kebersamaan warga dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat kerukunan masyarakat.
Lurah Ngalang, Suharyanto, mengatakan pihak kalurahan dalam beberapa tahun terakhir berupaya menyelaraskan unsur budaya dengan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, rangkaian kegiatan tidak hanya berisi prosesi adat, tetapi juga doa bersama.
“Rangkaian acara dimulai pada Senin malam dengan kegiatan mujahadahan di Masjid Dusun Manggung, kemudian dilanjutkan dengan tirakatan di lokasi petilasan Gunung Gentong hingga puncak acara pada Selasa siang,” ujar Suharyanto.
Dalam rangkaian Nyadran tersebut, warga juga melaksanakan ritual di Sumur Kawak. Ritual ini menjadi salah satu bagian penting dari tradisi Nyadran Gunung Gentong.
Sebagai bentuk syukur, masyarakat menyajikan berbagai uba rampe, seperti tumpeng, ingkung, panggang, dan jajanan pasar. Sajian tersebut kemudian didoakan bersama sebagai simbol permohonan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi warga.
Suharyanto menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Bupati Gunungkidul di lokasi kegiatan. Menurutnya, kehadiran kepala daerah menjadi momen berharga bagi masyarakat Dusun Manggung dan Kalurahan Ngalang.
“Saya merasa sangat bangga dan terharu hingga merinding. Ibu Bupati berkenan hadir langsung di Gunung Gentong ini. Semoga kehadiran beliau membawa berkah bagi ketenteraman dan kemakmuran warga Ngalang,” kata Suharyanto.
Dalam arahannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya menjaga Petilasan Prabu Brawijaya V sebagai pengingat sejarah. Ia menyebut tradisi seperti Nyadran Gunung Gentong perlu terus dirawat karena menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat.
Endah juga mendorong Nyadran Gunung Gentong dikembangkan sebagai agenda wisata budaya dan religi. Ia meminta Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan serta Dinas Pariwisata berkolaborasi untuk memasukkan kegiatan tersebut ke dalam kalender acara pariwisata daerah.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama BPJS Ketenagakerjaan…
Terkini
Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menorehkan prestasi…
Semarang – Prestasi kembali ditorehkan oleh sivitas akademika…
NYALANUSANTARA, Semarang – Gelandang anyar PSIS Semarang, Syahrian…
Pemkot Semarang-Masyarakat Rawat Harmoni dalam Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke-166
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng,…
NYALANUSANTARA, Semarang - Perkembangan E-Sport dalam beberapa tahun…
NYALANUSANTARA, Semarang - PSIS Semarang resmi memperpanjang kontrak…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra…
NYALANUSANTARA, Semarang - PSIS Semarang kembali menambah amunisi…
NYALANUSANTARA, Semarang – Bandara Internasiobal Jenderal Ahmad Yani…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
Komentar