BNNP Jateng Cetak Barista Muda di Kawasan Rawan Narkoba

BNNP Jateng Cetak Barista Muda di Kawasan Rawan Narkoba

NYALANUSANTARA, Semarang – Menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah atau BNNP Jateng terus memperkuat strategi pencegahan narkoba melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi Masyarakat Rawan Narkoba berupa pelatihan barista yang dilaksanakan selama tiga hari, pada 3–5 Juni 2026, di Aula Serba Guna Kelurahan Petompon, Kota Semarang.

Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi program ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih dari Narkoba) dalam rangka menyambut HANI 2026 tersebut diikuti oleh 15 peserta berusia 17–24 tahun. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik mengenai dunia kopi, teknik meracik minuman, pelayanan pelanggan, hingga peluang usaha yang dapat menjadi alternatif sumber penghasilan bagi generasi muda.

Acara penutupan dihadiri Kepala BNNP Jawa Tengah Toton Rasyid, S.H., M.H., Lurah Petompon Yayuk Sudiarti, S.E., para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.

Menurut Kepala BNNP Jawa Tengah, upaya mewujudkan Indonesia Bersinar tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang berada di wilayah rentan penyalahgunaan narkoba.

"Melalui momentum ANANDA Bersinar menjelang Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, kami ingin menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan hukum. Generasi muda harus diberi harapan, kesempatan, dan keterampilan agar mampu membangun masa depan yang lebih baik serta tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika," tegas Toton.

Menurutnya, pelatihan barista yang diberikan kepada para peserta merupakan bentuk investasi sosial yang berdampak jangka panjang bagi pencegahan narkoba.

"Pelatihan barista ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Dari sini peserta belajar disiplin, kreativitas, pelayanan, dan jiwa kewirausahaan. Ketika seorang pemuda memiliki keterampilan yang dapat menghasilkan nilai ekonomi, maka peluangnya untuk terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba akan semakin kecil. Kami berharap para peserta menjadi contoh positif di lingkungannya masing-masing dan mampu menginspirasi teman-teman sebayanya untuk memilih jalan produktif daripada jalan yang merusak masa depan," harapnya.

Di akhir sambutannya, Toton menegaskan komitmen BNNP Jawa Tengah untuk terus memperluas program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari strategi pencegahan narkoba yang berkelanjutan.

"Kami ingin menciptakan lebih banyak generasi muda yang berdaya, mandiri, dan mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan yang Bersih dari Narkoba. Inilah semangat yang kami bawa dalam rangkaian ANANDA Bersinar menuju HANI 2026," ujar Toton Rasyid.

Sementara itu, Lurah Petompon Yayuk Sudiarti, S.E., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BNNP Jawa Tengah kepada Kelurahan Petompon sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini