Mahasiswa ITB Raih Penghargaan di Program Desain Internasional Jalur Sutra di China

Mahasiswa ITB Raih Penghargaan di Program Desain Internasional Jalur Sutra di China

XINHUA

NYALANUSATARA, BANDUNG- Mahasiswa Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih penghargaan Most Popular Award dalam ajang Immersive Silk Road Pavilion Joint Design Course yang diselenggarakan oleh Universitas Chongqing, China.

Program kolaborasi internasional tersebut mempertemukan 33 mahasiswa dari enam perguruan tinggi yang berasal dari lima negara, yaitu Indonesia, China, Azerbaijan, Brunei Darussalam, dan Uzbekistan. Selama satu pekan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan mulai dari kuliah akademik, pengalaman multisensorik, pengembangan konsep desain, pembangunan paviliun secara langsung, hingga presentasi hasil karya.

Melalui program tersebut, para mahasiswa ditantang untuk merancang dan membangun tujuh paviliun budaya imersif berukuran penuh. Setiap paviliun dirancang untuk menghadirkan pengalaman budaya yang mendalam melalui perpaduan unsur arsitektur, suara, aroma, sentuhan, dan interaksi visual.

Salah satu karya yang paling menarik perhatian pengunjung adalah paviliun hasil kolaborasi mahasiswa ITB dan Universitas Chongqing. Karya tersebut berhasil meraih penghargaan Most Popular Award berkat kemampuannya menghadirkan pengalaman budaya Indonesia secara autentik sekaligus menggabungkannya dengan unsur budaya China.

Mahasiswa ITB, Devina Caroline Tambuna, menjelaskan bahwa paviliun yang mereka bangun mengangkat berbagai elemen khas Indonesia. Salah satu unsur utama yang ditampilkan adalah batik sebagai identitas visual budaya Indonesia.

Selain itu, paviliun tersebut juga menampilkan foto-foto kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dan pelajar yang mengenakan pakaian tradisional. Pengunjung diajak mengenal lebih dekat kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia melalui berbagai media visual dan pengalaman interaktif.

Tidak hanya menghadirkan elemen visual, tim Indonesia juga membawa aroma khas yang memiliki nilai nostalgia bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah aroma minyak yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada masa kanak-kanak. Pengalaman sensorik tersebut dirancang untuk membangkitkan kenangan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta internasional.

Paviliun itu juga dilengkapi area duduk yang nyaman untuk menciptakan suasana santai dan hangat. Konsep tersebut merepresentasikan semangat kolaborasi budaya antara Indonesia dan China yang menjadi tema utama proyek desain tersebut.

Sementara itu, mahasiswa ITB lainnya, Rahmatullah Abimanyu Putramustika, mengatakan bahwa program tersebut memberikan banyak pengalaman baru, baik dalam aspek teknis maupun kerja sama lintas budaya.

Menurutnya, para peserta mempelajari berbagai teknik desain dan konstruksi, mulai dari pemanfaatan kayu sebagai struktur utama, penggunaan material papan polipropilena (PP), hingga metode menciptakan desain yang lebih menarik dan komunikatif bagi pengunjung.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini