KAI Daop 4 Semarang Imbau Para Penumpang Agar Tak Salah Naik Kereta

KAI Daop 4 Semarang Imbau Para Penumpang Agar Tak Salah Naik Kereta

NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih teliti dan memastikan kembali kesesuaian kereta api yang akan dinaiki dengan tiket yang dimiliki. Himbauan ini disampaikan guna menghindari kejadian pelanggan salah naik rangkaian kereta api yang dapat menyebabkan ketidaksesuaian tujuan perjalanan serta mengganggu kenyamanan pelanggan.

Berdasarkan data di Wilayah Daop 4 Semarang, jumlah pelanggan yang salah naik kereta api dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren menurun. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 231 pelanggan salah naik kereta api. Jumlah tersebut menurun menjadi 162 pelanggan pada tahun 2025 atau turun sekitar 30 persen. Sementara itu, sejak 1 Januari hingga 4 Juni 2026, tercatat sebanyak 104 pelanggan mengalami salah naik kereta api di 5 Stasiun di wilayah Daop 4 Semarang.

Rincian kelima stasiun sebagai berikut:

1.Stasiun Semarang Tawang sebanyak 14 pelanggan salah naik KA di wilayah Kota Semarang.

2.Stasiun Semarang Poncol sebanyak 43 pelanggan salah naik KA di wilayah Kota Semarang.

3.Stasiun Pekalongan sebanyak 28 pelanggan salah naik KA di wilayah Kota Pekalongan

4.Stasiun Tegal sebanyak 18 pelanggan salah naik KA di Wilayah Kota Tegal.

5.  Stasiun Weleri sebanyak 1 pelanggan salah naik KA di Wilayah Kabupaten Kendal.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa masih terdapat pelanggan yang terburu-buru saat proses boarding sehingga kurang memperhatikan informasi perjalanan yang tertera pada tiket maupun informasi yang disampaikan petugas announcer di stasiun.

“Kami menghimbau seluruh pelanggan kereta api untuk selalu memeriksa kembali nama kereta api, nomor perjalanan, relasi, jam keberangkatan, serta peron keberangkatan sebelum naik ke dalam kereta. Ketelitian pelanggan sangat penting agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan sesuai tujuan,” ujar Luqman.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini