BBPJT dan Adobsi Dorong Transformasi Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Teknologi
NYALANUSANTARA, Ungaran- Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (Adobsi) bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) menyelenggarakan Konferensi Internasional Adobsi yang bertajuk “Transformasi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Pendidikan dan Teknologi: Perspektif Interdisipliner”.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Cipto Mangunkusumo, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, pada 9—10 Juni 2026.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., mengatakankan bahwa teknologi saat ini menjadi alat yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Ia mengingatkan bahwa teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk membantu proses pembelajaran dan transformasi bahasa, bukan menjadi sesuatu yang membuat manusia bergantung sepenuhnya.
“Teknologi dapat menjadi alat bantu dalam berbagai hal, tetapi jangan sampai kita mudah terjajah oleh teknologi. Bahasa harus kita upayakan sebagai media transformasi yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,” ungkap Hafidz Muksin, dalam keterangan resmi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Jumat 12 Juni.
Hafidz menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat membaca dan menulis. Menurutnya, saat ini kegiatan literasi tidak hanya dilakukan melalui buku cetak, tetapi juga melalui teks digital dan berbagai media multimodal.
“Kemampuan menulis harus terus dikembangkan. Menulis tidak dapat terlepas dari aktivitas membaca,” tambahnya.
Hafidz menerangkan bahwa proses menulis pada era modern telah memasuki ruang kolaborasi antara manusia dengan teknologi. Dia menilai teknologi dapat membantu masyarakat dalam mengakses informasi dan memperluas komunikasi tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
“Bahasa dan sastra memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir, imajinasi, serta karakter manusia. Bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan daya nalar dan daya kritis masyarakat,” terangnya.
Hafidz Muksin juga menyoroti kondisi literasi Indonesia yang masih perlu mendapatkan perhatian. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data kemampuan membaca tahun 2022, skor literasi Indonesia berada pada angka 359, masih di bawah rata-rata internasional, yaitu 476.
”Kondisi tersebut harus menjadi bahan refleksi bersama agar masyarakat Indonesia terus meningkatkan budaya literasi dan tidak tertinggal dari perkembangan bangsa lain,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, KENDAL- Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan sosialisasi…
Terkini
NYALANUSANTARA, Brebes – Sektor peternakan di Kabupaten Brebes,…
Pemprov Jateng Bangun Tanggul Laut Hibrida di Pesisir, Siapkan Kawasan Pantura Sambut Giant Sea Wall
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Spekulasi mengenai musik Awarapan 2 akhirnya terjawab.…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten…
Film Spirit yang dibintangi Prabhas dan Triptii Dimri…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Bantul– Upaya pencarian korban tenggelam di kawasan…
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA. Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah…

Komentar