Alumni Pelatihan China Dorong Penguatan SDM dan Energi Bersih di Indonesia

Alumni Pelatihan China Dorong Penguatan SDM dan Energi Bersih di Indonesia

XINHUA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pengalaman mengikuti program pelatihan di China memberikan wawasan baru bagi Aji Qardhawi, analis tata kelola pertambangan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Saat mengikuti pelatihan pada Juni hingga Juli tahun lalu, Aji menyaksikan langsung bagaimana usaha kecil dan menengah (UKM) di China berperan aktif dalam mendukung industri energi terbarukan.

Menurut Aji, keberhasilan pengembangan energi bersih di China tidak terlepas dari pendekatan yang menyatukan kebijakan pemerintah, dukungan pembiayaan, serta riset akademik. Ia melihat banyak UKM mampu memproduksi dan mengembangkan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam sektor energi terbarukan. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk memperkuat dukungan terhadap UKM di Indonesia agar dapat menjadi bagian penting dari rantai pasok industri energi bersih nasional.

Aji merupakan salah satu dari ratusan alumni yang menghadiri reuni Program Kerja Sama Teknis Indonesia-China di Jakarta pada Kamis (11/6). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus menunjukkan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam mempererat hubungan Indonesia dan China.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara RI Bidang Komunikasi Politik dan Hubungan Masyarakat, Sari Harjanti, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan China terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis, termasuk di bidang pengembangan SDM. Ia menyebut jumlah peserta Indonesia dalam program pelatihan internasional meningkat signifikan, dari lebih dari 600 orang pada 2023 menjadi sekitar 1.600 peserta pada periode 2025–2026, dengan sebagian besar mengikuti program yang diselenggarakan China.

Sejak 2024 hingga Mei 2026, pemerintah China telah menyediakan sedikitnya 173 program pelatihan bagi pejabat Indonesia, yang terdiri dari 38 program gelar dan 135 program non-gelar di berbagai sektor prioritas pembangunan. Sari juga menekankan bahwa para alumni tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga berperan sebagai jembatan yang memperkuat pemahaman, kepercayaan, dan kerja sama antara masyarakat kedua negara.

Manfaat program tersebut juga dirasakan Bambang Nugroho, Kepala Biro Umum Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres). Setelah mengikuti seminar manajemen SDM di Beijing dan Guangzhou, Bambang masih menjalin komunikasi dengan para ahli yang ditemuinya selama pelatihan. Menurutnya, hubungan tersebut memungkinkan pertukaran gagasan dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring profesional antara kedua negara.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini