Perajin Perhiasan Bali Optimistis Garap Pasar China yang Kian Menjanjikan

Perajin Perhiasan Bali Optimistis Garap Pasar China yang Kian Menjanjikan

XINHUA

NYALANUSANTARA, KUNMING- Dewi Tanuwijaya, pemilik Saka Jewelry asal Indonesia, melihat peluang besar bagi industri perhiasan kerajinan tangan Indonesia di pasar China. Selama satu dekade terakhir, usahanya fokus memproduksi perhiasan perak buatan tangan yang dipadukan dengan berbagai material alami seperti tulang, kayu, kerang, dan bahan lainnya.

Pengalaman mengikuti pameran di China sebanyak empat kali memberikan kesan positif bagi Dewi. Awalnya, partisipasinya dalam ajang tersebut mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia. Namun, tingginya minat pasar membuat dirinya terus kembali berpartisipasi secara mandiri.

Menurut Dewi, konsumen China memiliki apresiasi yang tinggi terhadap produk kerajinan tangan, khususnya perhiasan dengan nilai seni dan keunikan. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi para perajin Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Ia juga menilai Kunming dan berbagai wilayah di China sebagai pasar yang potensial untuk pengembangan bisnis. Harapannya, Saka Jewelry dapat memperkuat kerja sama dengan mitra lokal yang dapat membantu memasarkan produknya di berbagai daerah di China.

Dewi menekankan bahwa hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan China menjadi modal penting dalam memperluas kerja sama ekonomi kedua negara. Menurutnya, Indonesia dan China memiliki keunggulan yang saling melengkapi sehingga dapat menciptakan peluang bisnis yang menguntungkan bagi kedua pihak.

Di sisi lain, Dewi menyoroti tantangan regenerasi dalam industri perhiasan kerajinan tangan di Bali. Saat ini, sebagian besar perajin merupakan generasi yang sudah berusia lanjut, sementara minat generasi muda terhadap profesi tersebut masih relatif rendah. Ia berharap peningkatan permintaan dan penjualan dapat mendorong lahirnya lebih banyak perajin muda yang mampu menghadirkan desain kreatif dan inovatif.

Besarnya pasar China juga menjadi alasan utama optimisme tersebut. Dewi mengaku terkesan dengan tingginya minat konsumen terhadap produk kerajinan tangan serta iklim persaingan yang sehat di antara para pelaku usaha. Menurutnya, kompetisi yang mendorong peningkatan kualitas produk menjadi salah satu kekuatan pasar China.

Karena itu, Dewi merekomendasikan para perajin Indonesia untuk menjajaki peluang di China secara langsung. Ia meyakini pengalaman berinteraksi dengan pasar yang besar dan dinamis dapat membuka wawasan baru sekaligus memperluas peluang ekspor produk kerajinan Indonesia ke tingkat internasional.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini