Kerja Sama Pertanian Tiongkok-Indonesia Makin Erat, Blueberry dan Kopi Jadi Fokus Baru
XINHUA
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kerja sama pertanian antara Tiongkok dan Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dengan lahirnya sejumlah terobosan baru yang mencakup sektor buah-buahan premium dan industri kopi. Melalui ajang China-South Asia Expo ke-10, kedua negara berhasil mendorong berbagai kolaborasi strategis yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan pertanian sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha di kedua negara.
Salah satu langkah penting terjadi pada 9 Juni ketika PT Indofresh Indonesia, salah satu perusahaan importir buah terkemuka di Indonesia, melakukan kunjungan ke Provinsi Yunnan untuk mempelajari perkembangan pertanian dataran tinggi. Dalam kunjungan tersebut, perusahaan melakukan diskusi dan survei lapangan bersama Yunnan Aimzhuang Agricultural Technology Co., Ltd. guna menjajaki peluang ekspor buah-buahan unggulan Yunnan ke pasar Indonesia.
Pembahasan kedua pihak mencakup berbagai aspek, mulai dari ekspor blueberry dan buah premium lainnya, kerja sama teknologi budidaya, pengembangan rantai pasok, hingga strategi pemasaran. Blueberry Yunnan menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus karena dinilai memiliki potensi besar untuk memasuki pasar Indonesia.
PT Indofresh memberikan apresiasi terhadap kemajuan pertanian modern di Yunnan, terutama terkait sistem budidaya yang terstandarisasi, kualitas produk yang tinggi, dan penerapan teknologi pertanian yang maju. Kunjungan tersebut sekaligus memperluas pemahaman pelaku usaha Indonesia mengenai potensi produk pertanian khas Yunnan dan membuka peluang lebih besar bagi ekspor komoditas pertanian ke kawasan Asia Tenggara.
Selain sektor hortikultura, kerja sama strategis juga terjalin di bidang kopi. Pada 12 Juni, Kunming Judianpin Cloud Technology Co., Ltd. dan PT Kopi Gunung Berapi Jaya resmi menandatangani perjanjian kerja sama dalam upacara penandatanganan perdagangan yang berlangsung di China-South Asia Expo.
Kerja sama tersebut mencakup impor biji kopi mentah dari Indonesia serta ekspor teknologi pengolahan kopi dari Yunnan ke Indonesia. Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan akan memanfaatkan keunggulan masing-masing, yakni sumber daya kopi berkualitas tinggi dari Indonesia dan teknologi pengolahan kopi modern yang dimiliki Yunnan.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada perdagangan komoditas, tetapi juga mencakup transfer teknologi, sistem pengendalian mutu, serta berbagi pengalaman dalam manajemen produksi. Dengan demikian, produk kopi Indonesia diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saingnya di pasar global.
Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam penyelenggaraan China-South Asia Expo tahun ini. Lebih dari sekadar transaksi perdagangan, kolaborasi ini menandai transformasi hubungan ekonomi kedua negara menuju model kerja sama yang lebih terintegrasi, yakni menggabungkan perdagangan produk dengan ekspor jasa teknologi.
Ke depan, kerja sama di sektor blueberry dan kopi diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan pertanian antara Tiongkok dan Indonesia, sekaligus menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha di kedua negara untuk berkembang di pasar internasional.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan…
NYALANUSANTARA, Jakarta -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan…
NYALANUSANTARA, Surakarta - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh…
Genre horor Indonesia kembali menghadirkan warna baru melalui…
Film horor Asia kembali menyapa penonton Indonesia melalui…
NYALANUSANTARA, Banyumas – Kementerian Hukum melalui Kanwil Kemenkum…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Samsung dikabarkan akan menaikkan harga lini ponsel…
NYALANUSANTARA, JEPARA- Asus resmi memperkenalkan Vivobook 14 dan Vivobook…
NYALANUSANTARA, KENDAL- Dell resmi memperkenalkan jajaran workstation terbaru Dell…
NYALAUSANTARA, BLORA- Samsung dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran seri tablet…
Film I, Nobody resmi tayang di bioskop pada…
Komentar