Peserta Asal Indonesia Peroleh Manfaat Nyata dari Pasar China melalui Pameran China-Asia Selatan

Peserta Asal Indonesia Peroleh Manfaat Nyata dari Pasar China melalui Pameran China-Asia Selatan

XINHUA

NYALANUSANTARA, Kunming – Implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang semakin optimal terus mendorong peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan China. Perdagangan serta interaksi antarmasyarakat kedua negara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan maupun pelaku usaha kreatif Indonesia yang memanfaatkan besarnya pasar China.

Salah satu momentum penting yang mendukung perkembangan tersebut adalah Pameran China-Asia Selatan (China-South Asia Expo) ke-10 yang digelar di Kunming, Provinsi Yunnan, China. Ajang ini menjadi sarana strategis bagi berbagai produk unggulan Indonesia untuk menjangkau konsumen China sekaligus mempererat kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan budaya.

Stan Indonesia menjadi salah satu area yang menarik perhatian pengunjung. Beragam produk khas Nusantara dipamerkan, mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan yang mencerminkan kekayaan budaya Asia Tenggara.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah JakarBata Estate, produsen kopi yang menghadirkan cita rasa khas dari dataran tinggi Sumatra dan Jawa Barat. Kopi yang ditanam di kawasan vulkanis dengan iklim tropis tersebut menawarkan karakter rasa yang lembut, kaya, serta memiliki sentuhan aroma tanah dan cokelat yang khas. Produk kopi luwak premium mereka menjadi salah satu yang paling diminati pengunjung selama pameran berlangsung.

Selain sektor kopi, berbagai merek makanan Indonesia juga memanfaatkan peluang yang dibuka oleh RCEP. Salah satunya adalah Papaton, produsen kerupuk udang yang berhasil menarik minat konsumen China berkat cita rasa autentik dan teksturnya yang renyah. Melalui dukungan distributor lokal, merek ini mulai memperluas pangsa pasarnya dan memperkuat eksistensi di China.

Tidak hanya perusahaan besar, para pelaku usaha kecil dan perajin juga memperoleh manfaat dari pameran tersebut. Dewi Tanuwijaya, pemilik Saka Jewelry asal Bali, kembali mengikuti pameran dengan membawa koleksi perhiasan perak buatan tangan yang telah dikembangkannya selama satu dekade terakhir.

Produk perhiasan yang dipamerkan mendapat sambutan positif dari pengunjung. Dewi secara langsung menjelaskan nilai budaya serta proses pembuatan setiap karya yang ditampilkan, sekaligus membantu pelanggan memilih desain yang sesuai untuk digunakan sehari-hari.

Menurut Dewi, pasar China terus menunjukkan keterbukaan terhadap produk-produk kerajinan berkualitas tinggi. Apresiasi konsumen terhadap karya autentik memberikan dorongan bagi pelaku usaha Indonesia untuk terus memperluas jangkauan bisnis mereka di negara tersebut.

Meningkatnya minat terhadap produk Indonesia di pameran ini menjadi cerminan semakin eratnya hubungan kerja sama Indonesia dan China. Dengan dukungan RCEP, hubungan perdagangan kedua negara kini berkembang melampaui aktivitas ekspor-impor semata, mencakup promosi merek, pertukaran budaya, hingga kolaborasi industri.

Provinsi Yunnan juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama China menuju Asia Selatan dan Asia Tenggara. Kesesuaian antara kekuatan industri pengolahan dan pasar konsumen Yunnan dengan sumber daya pertanian serta produk kreatif Indonesia membuka peluang kerja sama yang semakin luas.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini