KAI Logistik Catat 6,8 Juta Ton Angkutan Barang hingga Mei 2026, Retail dan Peti Kemas Tumbuh Signifikan

KAI Logistik Catat 6,8 Juta Ton Angkutan Barang hingga Mei 2026, Retail dan Peti Kemas Tumbuh Signifikan

NYALANUSANTARA, Jakarta— PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan volume angkutan barang sebesar 6,8 juta ton sepanjang Januari hingga Mei 2026. Capaian itu ditopang oleh pertumbuhan dua segmen utama secara tahunan: pengiriman barang retail naik 37 persen dan angkutan peti kemas tumbuh 24 persen.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyebut pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan sektor industri terhadap layanan logistik berbasis kereta api.

"Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan logistik berbasis kereta api oleh berbagai sektor industri untuk mendukung aktivitas distribusi mereka," ujar Yuskal dalam keterangan resminya, Kamis (18/6/2026).

Khusus pada Mei 2026, KAI Logistik mengelola 1,7 juta ton barang. Angkutan batu bara mendominasi dengan volume 1,1 juta ton, disusul peti kemas 267 ribu ton, layanan pra dan purna BBM/BBK 224 ribu ton, semen 38 ribu ton, barang retail 6 ribu ton, serta limbah B3 sebesar 684 ton yang ditangani sesuai standar keselamatan khusus.

Selain memperkuat lini yang sudah ada, perusahaan juga memperluas portofolio bisnisnya. Pada Mei 2026, KAI Logistik mulai mengoperasikan layanan pengangkutan Crude Palm Oil (CPO) dan berhasil mengelola 17 ribu ton pada tahap awal operasional. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi komoditas sekaligus penguatan peran perusahaan sebagai operator logistik multimoda.

Yuskal menambahkan, pengembangan layanan tersebut diarahkan untuk mendorong pemanfaatan moda transportasi yang lebih efisien, terutama untuk pengiriman barang dalam volume besar.

Ke depan, perusahaan menargetkan peran kereta api yang semakin besar dalam sistem logistik nasional. "KAI Logistik optimistis penguatan peran kereta api dalam sistem logistik nasional dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, mendukung konektivitas antarwilayah, serta berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik nasional secara bertahap," kata Yuskal.
 

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini