Seorang Anak jadi Korban Bullying di SMP Nasima Semarang, Fraksi PDIP Koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Terkait

Seorang Anak jadi Korban Bullying di SMP Nasima Semarang, Fraksi PDIP Koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Terkait

Semarang - Fraksi PDIP DPRD kota Semarang menerima Ibu Ristia, ibu siswa  korban perundingan dan dugaan pengeroyokan oleh 3 kakak kelasnya di toilet sekolah. Ristia Disambut langsung oleh tim inti komisi D Fraksi PDIP kota semarang, diantaranya Michael, Lely  Purwandari dan Kusrin.

Tangis Ristia selaku ibu dari anak berinisial AA pecah saat menceritakan semua peristiwa tragis yang dialami sang anak saat menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh tiga kakak kelasnya. Korban AA mengalami luka memar dan membiru di sekujur  tubuhnya, lebih dari 8 titik luka dari kepala, wajah, dada, kanan dan kiri, perut, kaki dan tangan.

Ristia tak kuasa terus histeris ketika menceritakan secara detail bagaimana anaknya bisa menjadi korban bulying hingga mengalami luka parah. Ristia juga menceritakan keterlambatan pihak sekolah untuk memberitahu nya selalu pihak korban.

Ristia juga menunjukan beberapa bukti foto-foto luka memar membiru di beberapa bagian tubuh anaknya kepada gi anggota komisi D Fraksi PDIP kota semarang.

Ibu korban juga berharap fraksi PDIP kota semarang bisa membantu, mengawal, dan menjembatani para pihak demi keadilan dan tidak ada lagi kasus bulying di lingkungan sekolah.

Sementara itu Michael anggota komisi D fraksi PDIP Kota Semarang menyatakan keseriusan PDIP kota Semarang untuk mengawal dan menuntaskan perkara bulying di SMP Nasima kota semarang.

“Langkah kongkrit yang akan ditempuh diantaranya akan mendatangi SMP Nasima untuk memperjuangkan bagi korban perundungan tersebut. Tak hanya itu Ketua Fraksi PDIP kota Semarang telah mengambil langkah strategis  dan cepat dengan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, diantaranya kepolisian, Dinas Pendidikan, dan DP3A. PDIP kota Semarang berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga semua nya memperoleh keadilan,” katanya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Terkait

Komentar

Terkini