Lahan Pesisir Tenggelam Rob, Gubernur Luthfi Telepon Langsung Menteri KKP Minta Percepatan Budidaya Nila Salin
NYALANUSANTARA, Tegal— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah cepat mengatasi krisis lahan pesisir akibat rob. Di sela acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin, 22 Juni 2026, ia menghubungi langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono via telepon untuk mendesak percepatan pengembangan budidaya ikan nila salin di wilayah terdampak.
"Salah satunya dengan mengubah lahan yang terdampak menjadi tetap produktif melalui pengembangan nila salin," ujar Luthfi.
Desakan Luthfi bukan tanpa dasar. Dalam forum yang sama, dua kepala daerah pesisir melaporkan kerusakan lahan yang signifikan akibat genangan rob.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mengungkapkan wilayahnya kehilangan sekitar 930 hektare lahan pertanian dan 300 hektare tambak. Pemerintah Kabupaten Pemalang kini mengembangkan padi salin dan nila salin sebagai alternatif pemanfaatan lahan terdampak.
Senada, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyebut sekitar 400 hektare lahan di wilayahnya juga terdampak rob. Kabupaten Batang bahkan telah memulai uji coba pengembangan padi salin dan nila salin di lahan seluas 30 hektare melalui kerja sama dengan sejumlah pihak.
Merespons koordinasi langsung Gubernur Luthfi, Menteri KKP menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan pengembangan nila salin skala besar dengan alokasi hingga sekitar 72 ribu hektare. Daerah terdampak rob dapat memanfaatkan program tersebut setelah pemetaan wilayah dan pendataan masyarakat rampung dilakukan.
Berdasarkan hasil koordinasi itu, Luthfi langsung memerintahkan seluruh kepala daerah di wilayah pesisir untuk segera memetakan lahan terdampak rob yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan budidaya nila salin.
Gubernur Luthfi menegaskan rob adalah persoalan yang tidak sepenuhnya dapat dicegah. Upaya jangka panjang seperti pembangunan tanggul laut, penanaman mangrove, dan langkah mitigasi lainnya tetap diperlukan. Namun di sisi lain, pemerintah juga wajib menyiapkan strategi adaptasi agar masyarakat pesisir tidak kehilangan sumber penghidupan.
Selain persoalan rob, Luthfi mengingatkan seluruh daerah untuk bersiap menghadapi musim kemarau. Swasembada pangan tetap menjadi prioritas pembangunan Jawa Tengah 2026. Ia meminta pemetaan wilayah rawan kekeringan segera dilakukan, disertai penguatan pompanisasi dan pipanisasi guna menjaga produktivitas lahan pertanian.
"Jangan sampai saat musim kemarau panjang kita tergagap. Daerah harus segera melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan agar target produksi pangan tetap tercapai," tegasnya.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Demak– Di tengah kawasan pesisir yang sudah…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang— Bagi sebagian keluarga di Jawa Tengah,…
NYALANUSANTARA, Semarang — Telkomsel menyampaikan keprihatinan mendalam atas…
NYALANUSANTARA, Purworejo — Perjalanan menuju Gunungwangi, Kecamatan Kaligesing,…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menyatakan dukungannya…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81…
NYALANUSANTARA, Semarang— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak…
NYALANUSANTARA, Surabaya- Persebaya Surabaya menutup laga uji coba…
NYALANUSANTARA, Palangka Raya- Isenmulang Kalteng FC resmi mendatangkan…
NYALANUSANTARA, Wonosobo- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
NYALANUSANTARA, Kediri- Stadion Brawijaya Kediri mulai berbenah menjelang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun…

Komentar