Ammy Amalia Perketat Pengawasan Dapur MBG di Cilacap
NYALANUSANTARA, Cilacap— Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan di Kabupaten Cilacap, namun pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan diperketat menyusul kasus keracunan yang menimpa lebih dari 100 siswa di wilayah Cilacap Utara pada akhir April lalu.
Pernyataan itu disampaikan Ammy saat menerima audiensi DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Cilacap, Paguyuban Mitra SPPG, dan Paguyuban Tani Merdeka di Ruang Rapat Wakil Bupati Cilacap, belum lama ini.
"Program MBG tidak akan dihentikan di Kabupaten Cilacap. Yang perlu dilakukan adalah memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku," kata Ammy.
Sebagai tindak lanjut evaluasi pascakeracunan, pemerintah daerah memperketat persyaratan pendirian dapur MBG, mencakup kelayakan bangunan, sertifikasi halal, dokumen lingkungan, hingga kesesuaian tata ruang. Hasil verifikasi lapangan menemukan sekitar 100 dari lebih dari 300 titik calon SPPG tidak memenuhi syarat, karena tidak terdapat bangunan, masih berupa rumah tinggal, atau berada di lokasi yang tidak sesuai peruntukan.
"Kami ingin pelaksanaan MBG di Cilacap tertib dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat sehingga manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat," ujar Ammy.
Ammy menambahkan, tujuan utama MBG adalah meningkatkan kualitas gizi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya menekan angka stunting. Karena itu, kualitas makanan, higienitas dapur, dan kepatuhan terhadap standar operasional menjadi aspek yang tidak bisa dikompromikan.
Audiensi digelar setelah aksi damai di Alun-Alun Cilacap yang diikuti ribuan mitra SPPG, pedagang pasar, peternak, dan petani. Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan MBG sekaligus mendorong pemerintah daerah membenahi tata kelola SPPG agar lebih tertib dan transparan.
Ketua DPD APPSI Cilacap Mustangin Mulyana menyatakan para pedagang pasar mendukung penuh program tersebut karena MBG dinilai menggerakkan rantai ekonomi yang melibatkan banyak pelaku usaha kecil di sektor perdagangan, peternakan, dan pertanian lokal.
"Kami mendukung penuh program MBG dan berharap pelaksanaannya terus diperbaiki agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun dampak ekonomi yang ditimbulkan," katanya.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Cilacap— Tim Deputi III Bidang Kesehatan Kantor…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Kepedulian Polda Jateng terhadap masyarakat…
NYALANUSANTARA, Semarang - Upaya pengelabuan pengiriman rokok ilegal…
NYALANUSANTARA, Surakarta – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat…
NYALANUSANTARA, Semarang - Dinas Perhubungan atau Dishub Kota…
NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Polres Semarang menggelar upacara serah…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Ditjenpas Jateng menggandeng Dinas…
NYALANUSANTARA, Semarang - 14 mahasiswa dari empat perguruan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Komitmen Polda Jateng dalam memberikan…
Semarang - PT KAI Daop 4 Semarang mencatat…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Jay Idzes kembali mendapat kepercayaan untuk tampil…

Komentar