Selama Hizbullah Belum Dilucuti Persenjataannya, Netanyahu: Israel akan Tetap di Zona Keamanan

Selama Hizbullah Belum Dilucuti Persenjataannya, Netanyahu: Israel akan Tetap di Zona Keamanan

Foto yang dirilis pada 31 Mei 2026 ini memperlihatkan pasukan darat Israel melakukan operasi militer di Beaufort Ridge, Lebanon selatan. (Xinhua/IDF)

NYALANUSANTARA, Jakarta- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pernyataan video yang direkam pada Jumat malam (26/6), bahwa militer Israel akan tetap berada di "zona keamanan" yang dikuasainya di Lebanon selatan selama kelompok Hizbullah belum melucuti persenjataannya.

Pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat (AS) menandatangani sebuah perjanjian kerangka kerja di Washington, yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Netanyahu menyebut perjanjian tersebut sebagai "pencapaian besar" bagi Israel, yang ditandatangani setelah perundingan panjang antara Israel dan Lebanon di Washington.

Dia juga menggambarkan kesepakatan itu sebagai pukulan besar bagi Iran, yang menurutnya selama ini berupaya memaksa Israel agar menarik pasukannya.

Media penyiaran milik pemerintah Israel, Kan TV News, melaporkan bahwa perjanjian tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dari dua kawasan di Lebanon selatan sebagai bagian dari program percontohan.

Kedua kawasan tersebut berada di kedua sisi Sungai Litani, seperti dilansir Kan, seraya menambahkan bahwa pasukan angkatan darat Lebanon, dengan didampingi pasukan Amerika Serikat, akan ditempatkan di wilayah tersebut setelah penarikan pasukan Israel.

Menurut laporan itu, para pihak telah menyepakati mekanisme penanganan terowongan-terowongan milik Hizbullah di Lebanon selatan, langkah-langkah untuk menghadapi penguatan kelompok tersebut, serta pelaksanaan perundingan mengenai perbatasan darat antara Israel dan Lebanon. 


Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini