PLN Indonesia Power Sulap Limbah Besi Jadi Green House Bertenaga Angin di Pesisir Semarang
NYALANUSANTARA, Semarang— PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang mengubah 360 kilogram limbah besi sisa operasional pembangkit listrik menjadi fasilitas green house bertenaga angin untuk kelompok petani perempuan di kawasan pesisir Kota Semarang.
Program bertajuk Creating Shared Value (CSV) ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Bahari di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara — wilayah pesisir yang selama ini menghadapi masalah keterbatasan lahan subur akibat dampak rob dan perubahan iklim.
Fasilitas green house dibangun menggunakan limbah besi dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok sebagai rangka utama bangunan. Langkah daur ulang ini berhasil menekan emisi karbon sebesar 1,327 ton CO2eq dibandingkan bila menggunakan material baru.
Seluruh operasional green house — mulai dari sistem pengairan otomatis hingga pencahayaan buatan (*grow lights*) — ditenagai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) skala mikro berkapasitas 1.000 watt. Program ini diklaim sebagai inisiatif urban farming berbasis energi hijau pertama yang diinisiasi di Kota Semarang.
Anggota KWT Cantik Bahari mendapat pelatihan budidaya tanaman hidroponik, vertikultur, dan manajemen pembibitan yang adaptif terhadap iklim pesisir. Pendampingan dilakukan secara berkala oleh empat mitra: Pemerintah Kota Semarang, Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani dan Nelayan Keuskupan Agung Semarang (LPUBTN KAS), Universitas Katolik Soegijapranata (SCU), dan Rotary Club Semarang Bojong.
Senior Manager Unit PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, F. Erwin Putranto dalam keterangan resminya, Senin (29/6/2026), menyebut program ini sebagai wujud sinergi pentahelix yang melampaui bantuan fisik semata.
"Dengan memanfaatkan limbah perusahaan dan mengawinkannya dengan energi bersih berkapasitas 1.000 watt, kami berharap KWT Cantik Bahari dapat menjadi *role model* bagaimana masyarakat pesisir mampu berdaya, mandiri secara pangan, dan aktif dalam konservasi lingkungan," ujar Erwin.
Pemerintah Kota Semarang menyambut program ini sebagai langkah yang sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan penataan kawasan pesisir. PLN IP UBP Semarang menyatakan program ini menjadi bukti bahwa operasional industri energi dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang— PT PLN Indonesia Power UBP Semarang…
Terkini
NYALANUSANTARA, SHENZHEN- Menjelang penyelenggaraan Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi Kerja…
NYALANUSANTARA, AGAM- Seekor harimau Sumatra betina berhasil dievakuasi menggunakan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik…
NYALANUSANTARA, YUNAN- Provinsi Yunnan di China dan Provinsi Bali…
NYALANUSANTARA, Semarang– ASTON Inn Pandanaran Semarang memperkuat hubungan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sebanyak…
NYALANUSANTARA, Semarang— Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui…
NYALANUSANTARA, Semarang – Menciptakan lingkungan sekolah yang aman…
NYALANUSANTARA, Semarang – Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro (UNDIP)…
NYALANUSANTARA, Tegal – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
NYALANUSANTARA, Semarang – Ditresnarkoba Polda Jateng kembali mengungkap…

Komentar