Kunjungi Penerima RTLH di Kudus, Gubernur Luthfi: 274.514 Rumah Tidak Layak Huni di Jateng Diperbaiki

Kunjungi Penerima RTLH di Kudus, Gubernur Luthfi: 274.514 Rumah Tidak Layak Huni di Jateng Diperbaiki

NYALANUSANTARA, Kudus— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi langsung salah satu penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin (29/6/2026). Kunjungan ini sekaligus menjadi momen peresmian simbolis 254 unit RTLH yang telah selesai diperbaiki di Kabupaten Kudus dari anggaran tahun 2025.

Gubernur hadir didampingi Bupati Kudus Sam'ani Intakoris. Peresmian dilakukan bersama seluruh penerima manfaat di Balai Desa Gondangmanis.

Salah satu penerima manfaat, Hadi Mulyono (54), tak henti mengucapkan terima kasih saat berdialog langsung dengan Gubernur Luthfi. Kuli bangunan bergaji Rp100 ribu per hari itu mengisahkan kondisi rumahnya sebelum mendapat bantuan — lantai yang lebih rendah dari jalan membuat air banjir kerap masuk ke dalam rumah, sementara dinding yang dibangun dari pasir sungai sudah lama rapuh dan mudah jebol.

"Dulu punya keinginan mau bangun atau perbaiki rumah ini, tapi mengumpulkan uang dari dulu nggak cukup-cumpup. Tertolong sekali dengan adanya bantuan dari Pak Luthfi ini," ujar Hadi, yang telah menempati rumah tersebut selama 25 tahun bersama keluarganya.

Penerima manfaat lain, Suhadi, juga menyampaikan rasa syukurnya secara langsung kepada gubernur. "Senang sekali dapat bantuan RTLH," kata Suhadi yang sehari-hari bekerja di proyek konstruksi.

Gubernur Luthfi mengungkapkan, sepanjang 2025 sebanyak 274.514 unit RTLH telah diperbaiki di seluruh Jawa Tengah melalui berbagai skema pembiayaan — mulai dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, CSR perusahaan, hingga swadaya masyarakat.

Dari jumlah itu, 17.000 unit di antaranya dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Pada 2026, target ditetapkan sebanyak 5.000 unit, termasuk 47 unit tambahan di Kabupaten Kudus.

Dukungan pemerintah pusat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga melonjak signifikan — dari 7.532 unit pada 2025 menjadi 30.037 unit pada 2026.

Di luar APBD, kolaborasi dengan Baznas dan dunia usaha turut diperkuat. Pada 2025, sebanyak 4.012 unit RTLH diperbaiki melalui jalur CSR dan Baznas. Untuk 2026, target dipatok 1.550 unit yang melibatkan Baznas (750 unit), PT Djarum (500 unit), dan Bank Jateng (300 unit).

Dari sisi pembiayaan perumahan, Jawa Tengah mencatatkan realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp4,46 triliun hingga 23 Juni 2026 — tertinggi secara nasional. Pada program FLPP 2025, Jateng juga menempati peringkat kedua nasional dengan 24.470 unit rumah senilai Rp2,91 triliun.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini