Populasi Sapi di Jateng Masih di Bawah Level Sebelum Wabah PMK dan LSD

Populasi Sapi di Jateng Masih di Bawah Level Sebelum Wabah PMK dan LSD

NYALANUSANTARA, Ungaran- Populasi ternak sapi di Provinsi Jawa Tengah tercatat masih berada di bawah kondisi sebelum merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta *Lumpy Skin Disease* (LSD) pada 2021. Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah, Ferry Agus Setiawan, mengungkapkan populasi sapi di Jateng saat ini berkisar 1,3 juta ekor.

“Angka populasi tersebut masih di bawah angka populasi sapi sebelum merebaknya PMK dan LSD tahun 2021 yaitu 2 juta ekor,” kata Ferry saat menerima kunjungan AgroNewsTV Dreamlight dan PT Eka Farma Semarang, produsen farmasi hewan ternak nasional, di BIB Jateng, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (6/7/2026).

Meski demikian, ia optimistis populasi sapi di Jawa Tengah akan kembali pulih. BIB Jateng, sebagai salah satu produsen *straw* semen beku, berperan dalam penyediaan benih sapi unggul guna mempercepat peningkatan populasi sekaligus memperbaiki kualitas genetik ternak sapi.

Ferry menjelaskan, keberadaan BIB Jateng sangat menguntungkan masyarakat, khususnya para peternak. Melalui program Inseminasi Buatan (IB), peternak dapat mengembangbiakkan ternaknya tanpa perlu memelihara pejantan sendiri.

“Karena dengan pelaksanaan IB di Jawa Tengah, peternak dapat mengembangbiakkan ternaknya tanpa harus memelihara pejantan. Dengan demikian biaya pemeliharaan akan jauh lebih efisien,” ujarnya.

Ia menambahkan, metode IB juga dinilai jauh lebih efektif dibandingkan kawin alami. Sebab, satu ejakulat dari seekor pejantan unggul dapat diproses menjadi ratusan dosis semen beku yang mampu membuahi ratusan ekor sapi betina sekaligus.

Ferry mengimbau setiap pemanfaatan semen beku hasil produksi BIB Jateng agar dilaporkan kepada dinas yang membidangi peternakan di masing-masing daerah. Pelaporan ini penting agar data penggunaan tercatat dengan baik dan dapat dievaluasi secara berkala.

Ia menegaskan, BIB Jawa Tengah siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama dinas yang membidangi peternakan serta asosiasi dan paguyuban inseminator, baik di tingkat Jawa Tengah maupun nasional, guna mendukung percepatan pemulihan populasi dan perbaikan genetik ternak sapi di daerah tersebut.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini