Wagub Jateng Lepas 3.761 Mahasiswa Unsoed untuk KKN, Sasar 9 Kabupaten hingga 4 Negara

Wagub Jateng Lepas 3.761 Mahasiswa Unsoed untuk KKN, Sasar 9 Kabupaten hingga 4 Negara

NYALANUSANTARA, Purwokerto– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melepas 3.761 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang akan menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pelepasan dilakukan di Auditorium Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman, kampus Unsoed, Selasa, 7 Juli 2026.

KKN periode ini akan berlangsung selama sebulan lebih, mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026, dengan sebaran wilayah yang mencakup sembilan kabupaten di Jawa Tengah hingga lintas negara.

Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Ridlwan Kamaluddin, menjelaskan program ini terbagi dalam dua skema besar, yakni KKN Nasional dan KKN Internasional. Untuk skema nasional, mahasiswa akan diterjunkan ke sembilan kabupaten strategis, yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Temanggung, serta lintas pulau ke Belitung Timur. Skema ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, ketahanan bencana, literasi, dan pembangunan infrastruktur desa.

Sementara itu, untuk KKN Internasional, mahasiswa akan mengabdi di empat negara/wilayah, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Hong Kong. "Mereka diharapkan menjadi duta akademik dan budaya Indonesia di tingkat dunia," kata Ridlwan.

Dalam acara pelepasan, sejumlah peserta KKN turut memaparkan program yang akan mereka jalankan di desa tujuan. Salah satunya, Daffa Nurwahid, yang bersama 12 rekannya akan bertugas di Kabupaten Purbalingga. Kelompok ini menyasar empat sektor, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Di bidang ekonomi dan lingkungan, kelompok Daffa berencana menginisiasi metode pembakaran sampah minim asap serta memberdayakan warga untuk mengganti pot plastik dengan sabut kelapa. "Kami ingin membuat arang dari sekam padi, dan pembakar sampah yang minim asap," ujar Daffa.

Peserta lain, Bella, mengatakan telah melakukan survei ke desa tujuan KKN-nya. Kelompoknya akan mengusung program pencegahan stunting serta pendampingan promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menanggapi pemaparan tersebut, Taj Yasin mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam menyusun program kerja. Ia pun menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengawal pelaksanaan program-program itu di lapangan.

"Nanti kita bantu untuk alat pengolah sampahnya," kata Taj Yasin, yang disambut antusias oleh ribuan mahasiswa di dalam ruangan.

Ia juga berpesan agar mahasiswa KKN turut mendukung program Kecamatan Berdaya, khususnya dalam pencegahan perundungan (bullying) serta perlindungan kelompok rentan seperti anak, perempuan, dan lanjut usia. Selain itu, ia meminta mahasiswa aktif mendampingi pelaku UMKM lokal, terutama dalam digitalisasi dan peningkatan daya saing produk.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini