Bali Bangun PSEL Pertama, Ubah 500 Ribu Ton Sampah Jadi Listrik untuk 100 Ribu Rumah

Bali Bangun PSEL Pertama, Ubah 500 Ribu Ton Sampah Jadi Listrik untuk 100 Ribu Rumah

XINHUA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Bali. Proyek ini menjadi tonggak baru dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus memperkuat pemanfaatan energi terbarukan di Pulau Dewata.

PSEL Denpasar Raya dibangun oleh perusahaan asal China, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah perkotaan setiap tahun dan menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100.000 rumah tangga di Bali.

Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan proyek ini diproyeksikan mampu mengurangi hingga 80 persen sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, PSEL juga diperkirakan dapat menekan emisi karbon dioksida sekitar 640.000 ton per tahun serta membuka sekitar 1.200 lapangan kerja ramah lingkungan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun. Menurutnya, kehadiran PSEL tidak hanya akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menilai proyek PSEL Bali dapat menjadi model pengembangan pengelolaan sampah di berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan setiap wilayah perlu menerapkan teknologi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing, baik melalui pembangkitan listrik dari sampah maupun pengolahan menjadi bahan bakar alternatif untuk kebutuhan industri.

Dengan dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya, pemerintah berharap pengelolaan sampah di Bali menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target pengurangan emisi serta transisi menuju energi bersih di Indonesia.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini